POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Edukasi

Krisis Nalar ?

Redaksi by Redaksi
Juni 30, 2022
in Edukasi, Literasi
0

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Krisis Nalar ? - B1B56757 4E07 46D0 8988 AD1B95785B10 | Edukasi | Potret Online
Baca Juga
Bacaan
Reading for Pleasure
23 Jan 2023

“Opo maneh iki…” pasti itulah komen suheng saya almukarom al Hajj Losuhu Satria Dharma ketika membaca judul posting ini. Dan itu wajar, karena beliau sudah kelamaan siu lian dan hanya membaca Liam Keng di Lian Bu Thia, tidak ikuti geger dunia kang ouw.

Sesudah haqqul yaqin perkara rendahnya kompetensi numerasi murid (tentu karena gurunya) melalui TOT Tastaka guru SD/MI di 30 lebih Kab/Kota dan “sentra” Ponpes, kami memulai TOT Tastaba di DKI dan Rembang dan tak lama lagi di seluruh Kabupaten Muara Enim dengan sponsor PTBA Tbk. Akhirnya bermunculan testimoni para guru SD/MI sampai dengan SLTA rendahnya kemampuan membaca murid-murid mereka.

Baca Juga
ABK
ABK Itu Berbalut Keistimewaan
11 Nov 2016

Kami menjalankan Gernas Tastaba (Pemberantasan Buta Membaca) awalnya karena gundah gulana dengan kondisi “Functionally Illiterate” atau Buta Huruf Fungsional atau mampu membaca, namun tak memahami arti yang dibaca, sehingga kemampuan membacanya tidak berfungsi. Alamak ternyata, membacapun sebagian dari mereka tak mampu.

Saya langsung “kebelet ngising”, maaf, itu kondisi psikologis ketika saya cemas. “Lha laopo cemas dan sampek apene ngising sembarang…” itu pasti respon Suheng Locianpwe Satria, jika saya juga wadul. “Anak bukan, bojo opo maneh, ponakan ? Tetangga ? Putu ?…. semua juga bukan”. Itu mesti penekanan beliau dewa “setengah manusia” titisan Bu Kek Sian Su itu jika saya ngroweng terus.

Krisis Nalar ? - F334449C 8758 45BA AF89 156C1433F48E | Edukasi | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Akibat Tidur Setelah Subuh
17 Mar 2023

Lha bijimane suheng. 27 bayi lahir dari 100 kelahiran jelas KUNTHET, bukan hanya bodinya tetapi uteke yo melok kunthet atau bahasa krupuke “Bantat” yo wis emploken. Lantas sisanya yg 78 itu ndak diajari mikir (bernalar-bhs keren) dan yg mampu cuma 2 dari 10. Artinya, hanya kurleb 16 murid dari 100 murid yg nantinya menjadi lelaki/perempuan dewasa dari 100 kelahiran yg bisa mikir. Sisanya “ndlahom bin ngowoh”. Opo suheng ndak “kebelet ngising” ?

Bayangkan yang 16 % itu setengahnya mengabdi sebagai warga dunia, nggak mikiri Indonesia. Sisa 8 % dibagi ke perusahaan swasta bergaji besar, menjadi dosen, rektor, Menteri, Staf khusus, Dirjen dan ibu Rumah Tangga elit. Lantas, bagaimana nasib KAYPANG kita. Punahlah Ilmu Tongkat Pemukul Anjing kita Suheng…. karena nggak kebagian yang 16 % itu.

Jadi, ayo suheng keluar dari Lian Bu Thia, mulai lagi obrak abrik para Thaikam yang nggak bener itu dan kita “kebelet ngising” bersama. Ojok tencrem yo… ayahab iku.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Krisis Nalar ? - smasung | Edukasi | Potret Online

Prewel Ltd, Komunitas yang Masih Setia dengan Sepeda Ontel

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah