POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Edukasi

Krisis Nalar ?

Redaksi by Redaksi
Juni 30, 2022
in Edukasi, Literasi
0

Oleh Ahmad Rizali

Berdomisili di Depok

Baca Juga
  • 01
    Edukasi
    Siswa SLBN Simeulue Raih Juara 2 Tenis Meja KOSN Aceh
    15 Jun 2022
  • 02
    Bukittinggi
    PRODI KRIYA ISI PADANGPANJANG LATIH PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK JADI PRODUK KREASI SENI
    04 Okt 2024

“Opo maneh iki…” pasti itulah komen suheng saya almukarom al Hajj Losuhu Satria Dharma ketika membaca judul posting ini. Dan itu wajar, karena beliau sudah kelamaan siu lian dan hanya membaca Liam Keng di Lian Bu Thia, tidak ikuti geger dunia kang ouw.

Sesudah haqqul yaqin perkara rendahnya kompetensi numerasi murid (tentu karena gurunya) melalui TOT Tastaka guru SD/MI di 30 lebih Kab/Kota dan “sentra” Ponpes, kami memulai TOT Tastaba di DKI dan Rembang dan tak lama lagi di seluruh Kabupaten Muara Enim dengan sponsor PTBA Tbk. Akhirnya bermunculan testimoni para guru SD/MI sampai dengan SLTA rendahnya kemampuan membaca murid-murid mereka.

Baca Juga
  • 01
    Budaya membaca
    Sejenak Diskusi Literasi Bersama Duta Baca Indonesia di MIN 11 Banda Aceh
    11 Nov 2023
  • 02
    Bedah buku
    Menghadirkan Tuhan Dalam Buku
    09 Des 2021

Kami menjalankan Gernas Tastaba (Pemberantasan Buta Membaca) awalnya karena gundah gulana dengan kondisi “Functionally Illiterate” atau Buta Huruf Fungsional atau mampu membaca, namun tak memahami arti yang dibaca, sehingga kemampuan membacanya tidak berfungsi. Alamak ternyata, membacapun sebagian dari mereka tak mampu.

Saya langsung “kebelet ngising”, maaf, itu kondisi psikologis ketika saya cemas. “Lha laopo cemas dan sampek apene ngising sembarang…” itu pasti respon Suheng Locianpwe Satria, jika saya juga wadul. “Anak bukan, bojo opo maneh, ponakan ? Tetangga ? Putu ?…. semua juga bukan”. Itu mesti penekanan beliau dewa “setengah manusia” titisan Bu Kek Sian Su itu jika saya ngroweng terus.

Baca Juga
  • 01
    Buku
    TERPENCIL BUKAN TERKUCIL, GERAKAN LITERASI DEMI PRESTASI
    10 Nov 2017
  • Krisis Nalar ? - 7c9c95f6 0030 4e93 b452 5bd6be470c8c | Edukasi | Potret Online
    Artikel
    Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMPN 1 Seunagan Menggunakan E Mading
    19 Agu 2023

Lha bijimane suheng. 27 bayi lahir dari 100 kelahiran jelas KUNTHET, bukan hanya bodinya tetapi uteke yo melok kunthet atau bahasa krupuke “Bantat” yo wis emploken. Lantas sisanya yg 78 itu ndak diajari mikir (bernalar-bhs keren) dan yg mampu cuma 2 dari 10. Artinya, hanya kurleb 16 murid dari 100 murid yg nantinya menjadi lelaki/perempuan dewasa dari 100 kelahiran yg bisa mikir. Sisanya “ndlahom bin ngowoh”. Opo suheng ndak “kebelet ngising” ?

Bayangkan yang 16 % itu setengahnya mengabdi sebagai warga dunia, nggak mikiri Indonesia. Sisa 8 % dibagi ke perusahaan swasta bergaji besar, menjadi dosen, rektor, Menteri, Staf khusus, Dirjen dan ibu Rumah Tangga elit. Lantas, bagaimana nasib KAYPANG kita. Punahlah Ilmu Tongkat Pemukul Anjing kita Suheng…. karena nggak kebagian yang 16 % itu.

Jadi, ayo suheng keluar dari Lian Bu Thia, mulai lagi obrak abrik para Thaikam yang nggak bener itu dan kita “kebelet ngising” bersama. Ojok tencrem yo… ayahab iku.

Previous Post

KEPADA PARA GURU KAMI

Next Post

Prewel Ltd, Komunitas yang Masih Setia dengan Sepeda Ontel

Next Post
Krisis Nalar ? - smasung | Edukasi | Potret Online

Prewel Ltd, Komunitas yang Masih Setia dengan Sepeda Ontel

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah