POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Buku

Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu”

Redaksi by Redaksi
Oktober 23, 2023
in Buku, Literasi, Peluncuran Buku, Sastra
0
Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - 881e75ea 5b7f 4975 bd3c b2cb79f54199 | Buku | Potret Online

 

Penyair Aceh Syarifuddin Aliza tahun ini merilis buku Kumpulan puisi terbarunya bertajuk “Surat dari Hulu”. Ada sebanyak 164 puisi yang dihimpun Syarifuddin Aliza dalam bukunya itu yang sebagian besar memotret realitas sosial yang berserakan di ruang publik.

Sastrawan Indonesia Sulaiman Juned yang menjadi editor sekaligus memberikan kata pengantar dalam buku tersebut mengatakan, membaca “Surat dari Hulu” karya Syarifuddin Aliza adalah membaca kegelisahan, kecemasan, kebahagiaan, kedukaan, sakit, perih, senang, baik tentang diri sang penyair maupun tentang orang lain, alam semesta, serta ketuhanan.

Baca Juga
  • Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - fff19d2f 4408 4be3 bc0a f4b6b98c1e98 | Buku | Potret Online
    POTRET Budaya
    Sehimpun Puisi Delia Rawanita
    18 Sep 2023
  • Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - IMG 20250216 WA0000 | Buku | Potret Online
    Artikel
    Perempuan Sebagai Inspirator
    16 Feb 2025

“Hal ini tentu bukanlah pekerjaan kebetulan, sebab penyair setiap saat membaca kehidupan lalu dikontemplasikannya dan berangkat dari realitas sosial menjadi realitas sastra (puisi),” kata Sulaiman Juned yang juga sedang menunggu kelahiran buku kumpulan esainya berjudul “Teater, Memungut Gagasan Tradisional Jadi Karya Modernitas”.

Menurut Sulaiman Juned, Syarifuddin Aliza dalam merebut fenomena yang berserakan menemukan peristiwa dalam kehidupan, lalu dengan cerdas meneriakkan kegelisahan batinnya melalui bahasa puitik yang menarik.

Baca Juga
  • Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - A6A0BF34 1E84 45BE 9890 3A558859A7C1 | Buku | Potret Online
    POTRET Budaya
    Kueja Lagi Senja Ini
    02 Jun 2022
  • 02
    POTRET Budaya
    Sajian Istimewa
    29 Apr 2024

“Inilah yang harus dilakukan penyair ketika pikirannya berkelahi dengan gagasan yang direbutnya untuk direnungi dalam melahirkan puisi,” katanya.

Merujuk pendapatnya itu, ungkap Sulaiman, ini pula yang sedang terjadi dengan penyair Syarifuddin Aliza. Syarifuddin menemukan fenomena yang terjadi pada dirinya, alam, dan negerinya sehingga puisi-puisi dalam kumpulan bertajuk “Surat dari Hulu” berbicara tentang rindu dan kerinduannya, tentang keadilan dan ketidakadilan, tentang kritik sosial, dan tentang politik secara universal.

Baca Juga
  • 01
    POTRET Budaya
    Sungguh Aku Rindu
    14 Apr 2021
  • Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - 901f79df ab00 4511 b9e9 00581ecb9e97 | Buku | Potret Online
    POTRET Budaya
    Bismillah Untukmu Rempang, Batam
    19 Sep 2023

“Penyairnya membaca gejala sosial yang bertebaran di ruang sosial. Selanjutnya tertuang jadi puisi setelah melalui proses kontemplasi (perenungan) jiwa berangkat dari realitas sosial dirinya, keluarganya, juga masyarakat di sekitarnya,” tambah Sulaiman Juned yang juga dosen jurusan Teater ISI Padang Panjang.

Syarifuddin Aliza lahir di Cot Seumeureng, Aceh Barat pada 23 Agustus 1967. Ia mendebut karir kepenyairan secara otodidak sejak 1987. Puisinya kerap dimuat di harian lokal Serambi Indonesia pada dekade 90-an dan terkumpul dalam beberapa antologi Bersama, antara lain Seulawah, Keranda-keranda, Bulir Mutiara Pantai Barat, Deru Pesisir Pantai Barat, Antologi Puisi Pasie Karam, DKAB Aceh Barat (2016), Antologi Puisi Kopi Dunia Takengon (2016), Epitaf Kota Hujan, Padang Panjang (2018), dan beberapa antologi bersama lainnya.

Ia bekerja di Kementerian Agama Aceh Barat sejak 1998 dengan berbagai posis, terakhir sebagai Penghulu Ahli Madya pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat. Di samping itu, juga berkiprah di Dewan Kesenian Aceh Barat sebagai Wakil Ketua I. Istri pertamanya Sitti Aisyah (almarhumah) yang meninggal dunia pada saat bencana tsunami Aceh 2004, adalah juga seorang penyair Bumi Teuku Umar.

Sejak 2009, ia menetap di Peureumeue Aceh Barat bersama seorang istri Masriani dan seorang anak Dian Rizqie Ananda, S.IP. (Soeryadarma Isman)

Previous Post

WARNA BUMI PALESTIN

Next Post

Puisi-Puisi Alice Mohd

Next Post
Penyair Syarifuddin Aliza Rilis Buku Puisi “Surat dari Hulu” - c99040cc 4b37 4a67 a7b0 64c26c877c6b | Buku | Potret Online

Puisi-Puisi Alice Mohd

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah