HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bertahan dan Bergerak

Redaksi by Redaksi
Maret 6, 2025
in Literasi
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Musyawir

Dari 2018 hingga 2021 kegiatan di perpus rumah teras baca masih berada di lingkaran teman dan belum sepenuhnya menjangkau banyak kalangan. Apalagi situasi 2019-2022 nuansa sosialnya diikat dalam aturan PPKM karena pandemi covid-19.

Baca Juga

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026
Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Maret 8, 2026
Sigupai Mambaco, hadir di Ramadan Fair

Sigupai Mambaco, hadir di Ramadan Fair

Februari 28, 2026

Ini posisi di mana saya bertahan dari semua kondisi yang menggoda untuk mematikan sumbu gerakan literasi. Keaktifan berkegiatan di sahabat pulau indonesia membuat saya makin meyakinkan diri pada sebuah tujuan sederhana dalam gerakan literasi yaitu menghidupkan ruang baca.

Alih-alih saya menemukan pembenaran dari tulisan Wulida Rahyani dalam sebuah buku kumpulan esai ilmiah Praktik Kerelawanan di Indonesia yang diterbitkan IVOS. Tulisan itu tentang Atomic Habit; Motivasi Dasar Kerelawan, dimana saya melihat sebuah sebab akibat dari sikap kerelawanan.

Saya menganggap apa yang saya kerjakan bersifat suka rela. Menghidupkan literasi itu suka rela dan tanpa tedeng aling-aling. Tapi saya bersyukur bila gerakan ini didorong dan dibantu agar lebih gesit dan stabil.

Menjadi relawan di ‘perpustakaan rumah teras baca’ lebih saya pilih sebagai sebutan sebuah posisi keberadaan ketimbang disebut sebagai pendiri, sebab saya menyadari ada banyak peran orang lain selain saya yang ikut terlibat di dalamnya tanpa saya sadari dan ketahui.

Misal di mana saya kemudian memutuskan ide untuk membangun rumah buku di kelurahan tanjung keramat, kecamatan Hulondalo, yang hari ini mungkin rak bukunya sudah hilang beserta bahan pustaka yang ada di sana.

Pada saat itu (2019) saya dibantu oleh teman-teman yang sebelumnya telah ikut dalam rangkaian bantuan bencana alam di Palu-Sulteng. Mereka berangkat dari latar pendidikan dan status sosial berbeda.

Selain itu, gagasan itu kemudian didorong oleh ‘Sahabat Pulau Indonesia’ dengan datangnya buku-buku bacaan anak yang bisa saya tinggal di sana. Belum lama kemudian datang lagi dukungan berupa kampanye dari pemerintah Kelurahan Tanjung keramat tentang budaya baca-tulis.

Ada alasan kenapa buku-buku diletakkan di sana. Sebab alasan itu juga organisasi ‘Sahabat Pulau Indonesia’ menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi Youth Volunterr Camp di mana segala sumber masalah coba dikaji dan dicoba untuk diselesaikan. Hari ini, tugas itu belum tuntas. Kami menyadari satu hal dari aktivitas itu adalah kedisiplinan dan kesetiaan relawan pada masalah. Beberapa masalah yang kami hadapi adalah soal sanitasi dan sampah. Selain itu ada masalah pendidikan serta ekonomi.

Kegiatan perpustakaan rumah teras baca oleh saya saat itu yang berinisiatif untuk menempel pada Sahabat Pulau Indonesia. Beberapa agenda saya kerjakan dengan melibatkan potensi apa saja yang bisa dipinjam pakai, terutama buku-buku bacaan.

2023 adik-adik saya mulai ikut terpantik mengambil peran sebab tiap hari mereka selalu berpapasan dengan rak-rak buku dan bahan pustaka yang hanya dipajang diteras baca.

Gerakan ini jadi semakin kuat saat kekasih saya juga terang-terangan menghubungi para penerbit buku indie untuk memperoleh donasi buku. Beberapa buku yang datang selalu bersamaan dengan syarat ketentuannya.

Misalkan buku terbitan insan kamil, mereka meminta buku-buku didokumentasikan secara berkala kepada masyarakat saat penggunaan. Dari sana kami buat ide lapak baca buku keliling kolaborasi TBM Sigupai Mambaco dan Perpustakaan MI Alkhairaat sebagai tuan rumah dan sasaran pesertanya. Dan beberapa bahan pustaka lainnya yang dimintakan publikasi dokumentasi penggunaan bahan pustaka. Buku terus berdatangan baik dari penerbitan indie/independen/mandiri atau penerbit mayor seperti Gramedia.

Teras rumah mulai terisi buku-buku yang didominasi oleh buku anak, ensiklopedia anak, komik anak, sastra anak, dan lain-lain yang kategori anak-anak. Lokasi perpus rumah teras baca yang dikelilingi oleh lembaga pendidikan TK, MI, MTS, MA sederajat membuat ruang itu lebih didominasi pelajar walaupun sesekali orang tua murid mampir dan membicarakan resep masakan atau penyanyi dangdut daerah yang lagi ikut audisi dan jadi buah bibir.

Kami tidak menunggu respon warga baca yang mengakses layanan perpustakaan rumah teras baca untuk memberikan ide-ide atau saran usulan program. Inisiatif menciptakan program atau layanan dilakukan secara bergerilya dengan menjajaki informasi di jejaring komunitas yang tergabung di Forum TBM, Pustaka Bergerak, Perkumpulan Literasi, Patjar Merah dan diskusi lintas pegiat.

Misal program Rabu Baca di Teras, Selasa Melapak Buku Bersama, Donasi Buku Teras, saya berdiskusi dengan pegiat Sigupai Mambaco. Program Rumah Buku berdiskusi dengan pegiat di yayasan Sahabat Pulau Indonesia karena memiliki program Rumah Baca Harapan, dan seterusnya yang semua ide itu harus saya akui mengalir dan muncul dari pertemuan antar pegiat dan komunitas.

Hubungan kolaborasi itu hadir bukan hanya karena kesepakatan yang diikat dalam kerja sama melainkan obrolan antar sesama warga baca, kawan pegiat, atau stakeholder yang memiliki atensi sama terhadap ruang gerak literasi di Indonesia.

Pada akhirnya kerja-kerja keliterasian tidak hanya melulu membicarakan bagaimana bisa memperoleh buku untuk memulai sebuah gerakan literasi namun menciptakan peluang bahan pustaka (buku) penunjang kegiatan itu tiba ditangan kita dengan cuma-Cuma dan atau sepaket dengan syarat ketentuannya, seperti Seribu Buku dan Rak dari Perpustakaan Nasional.

Akhir kata, Bertahan dan Bergerak adalah sepaket uang koin yang memiliki dua sisi bernilai tinggi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: BukuLiterasiMembacaMenulisPeradaban
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Artikel

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Maret 2, 2026
Kampus

Dialetika Kampus

Februari 27, 2026
Next Post

Suara Hati Jiwa Mati

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com