• Latest
Teman - dd3368ce 7359 456a 959a 57dc684d3a53 | Cerita Mini | Potret Online

Teman

Mei 18, 2024
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Teman - 1001348646_11zon | Cerita Mini | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Teman - 1001353319_11zon | Cerita Mini | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Teman - 1001361361_11zon | Cerita Mini | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Teman

Menulis itu menyenangkan dan mudah, coba baca apa yang dituliskan oleh Fanny Jonathans ini. Apa pendapat anda? Silakan respon dengan sebuah tulisan singkat. Maksimal 800 an kata saja.

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2024
in Cerita Mini, Edukasi, Fiksi Mini, Literasi
Reading Time: 2 mins read
0
Teman - dd3368ce 7359 456a 959a 57dc684d3a53 | Cerita Mini | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Fanny Jonathans

Saya punya banyak teman yang sukses. Jabatan mereka keren-keren dan pastinya kaya raya. Sukses dan kekayaan mereka secara materi saya syukuri. Dan ketika mereka ingat saya, lalu menyapa saya. Ya saya sapa balik dengan kapasitas dan gesture isyarat pertemanan yang dia berikan.

Baca Juga
  • Mengenal Tokoh Inspiratif Muklis Puna: Guru Pelestari Sastra, Cahaya Literasi
  • Kampung Halamanku

So, saya hanya menanti jika mereka memberi isyarat untuk mengundang saya bertemu. Setelah itu, saya hanya mengirim ucap semoga mereka sehat dan happy selalu bersama keluarga. Lama tak berkabar dari teman-teman yang sukses dan telah kaya raya itu, tidak membuat saya terpuruk dalam renungan dan tanya, ‘mengapa mereka meninggalkan dan tak menyapa saya lagi?’

Atau saya bersedih dan bertanya mengapa mereka tidak mengajak saya keliling dunia, naik kapal pesiar, naik pesawat kelas super mewah, menjelajah kota-kota terindah dunia dan kehidupan hedonis lainnya. Meski ada yang pernah berjanji untuk mengajak saya keliling Eropa, namun janji itu lenyap tertelan ludah . Lalu sedihkan saya? Oh no, Esmeralda!

Baca Juga
  • Kita Butuh Sekolah Literat
  • T.A. Sakti, PRIA DI TUMPUKAN HIKAYAT

Saya menikmati semua yang terpampang di media sosial tentang mereka sebagai sebuah drama dengan beberapa babak. Hingga akhirnya saya menyimpulkan, jika para teman itu kembali ke ranah marginal dan ingat lagi pada temannya yang selalu bahagia berada di ‘ruang sunyinya’, di situ saya akan membalas sapanya dengan kekuatan kata yang saya miliki dan senyum termanis yang saya punyai, geto dear.

Karena bagi saya, di usia manula seperti ini, sebentar lagi urusan saya dengan bumi selesai. Hal yang tak pernah selesai adalah mengembangkan kreativitas secara simultan melalui karya hingga roh pergi dari raga. Ada teman yang baik dan penuh perhatian patut disyukuri, tidak ada pun tak apa-apa sebab mereka punya hak untuk mau berteman dengan kita atau memutuskan hubungan pertemanan itu sendiri. Semua kita bikin ‘fine-fine’ saja.

Baca Juga
  • Kehilangan Cinta Secara Karena Egois
  • Belajar Tak Harus di Kelas

Karena bahagia itu bagi saya itu sederhana; bisa menulis cerpen, puisi, novel, melukis, memasak, menyanyi atau nongkrong di TIM sambil ngobrol ngalor-ngidul dan tertawa lepas dengan para sastrawan/penyair/pemain teater, penulis, sambil makan mie nyemek depan TIM, adalah bagian dari kemederkaan secara kemanusiaan yang paling hakiki. Dan sudah pasti serta tak bisa dipungkiri uang hasil honor bergerak di bidang literasi sudah ada di dompet, Rufolfo sayang.

*Nah itulah fiksi mini pagi ini, semoga yang baca terhibur. Yuuk kita makan mie nyemek depan Taman Ismail Marzuki (TIM) rasanya maknyus bingit loh, cuman 15 ribu, murmer say, serta jangan lupa menulis. Bikin apa saja, diary penderitaanmu juga tak dilarang.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

SMAN 10 Fajar Harapan Gelar Simposium P5

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com