POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Cerita Mini

Teman

Menulis itu menyenangkan dan mudah, coba baca apa yang dituliskan oleh Fanny Jonathans ini. Apa pendapat anda? Silakan respon dengan sebuah tulisan singkat. Maksimal 800 an kata saja.

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2024
in Cerita Mini, Edukasi, Fiksi Mini, Literasi
0
Teman - dd3368ce 7359 456a 959a 57dc684d3a53 | Cerita Mini | Potret Online

 

Oleh Fanny Jonathans

Saya punya banyak teman yang sukses. Jabatan mereka keren-keren dan pastinya kaya raya. Sukses dan kekayaan mereka secara materi saya syukuri. Dan ketika mereka ingat saya, lalu menyapa saya. Ya saya sapa balik dengan kapasitas dan gesture isyarat pertemanan yang dia berikan.

Teman - 4fed973d 6aae 4166 ab0c f5828c5c09a1 | Cerita Mini | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Aku Berhenti Bekerja
29 Jan 2025

So, saya hanya menanti jika mereka memberi isyarat untuk mengundang saya bertemu. Setelah itu, saya hanya mengirim ucap semoga mereka sehat dan happy selalu bersama keluarga. Lama tak berkabar dari teman-teman yang sukses dan telah kaya raya itu, tidak membuat saya terpuruk dalam renungan dan tanya, ‘mengapa mereka meninggalkan dan tak menyapa saya lagi?’

Atau saya bersedih dan bertanya mengapa mereka tidak mengajak saya keliling dunia, naik kapal pesiar, naik pesawat kelas super mewah, menjelajah kota-kota terindah dunia dan kehidupan hedonis lainnya. Meski ada yang pernah berjanji untuk mengajak saya keliling Eropa, namun janji itu lenyap tertelan ludah . Lalu sedihkan saya? Oh no, Esmeralda!

a5ca022a-6438-4938-a044-c287ed666cd0
Baca Juga
Artikel
Membumikan Budaya Literasi Dengan Inovasi Sebagai Bagian Aksi Pasti Memajukan Negeri 
05 Mei 2026

Saya menikmati semua yang terpampang di media sosial tentang mereka sebagai sebuah drama dengan beberapa babak. Hingga akhirnya saya menyimpulkan, jika para teman itu kembali ke ranah marginal dan ingat lagi pada temannya yang selalu bahagia berada di ‘ruang sunyinya’, di situ saya akan membalas sapanya dengan kekuatan kata yang saya miliki dan senyum termanis yang saya punyai, geto dear.

Karena bagi saya, di usia manula seperti ini, sebentar lagi urusan saya dengan bumi selesai. Hal yang tak pernah selesai adalah mengembangkan kreativitas secara simultan melalui karya hingga roh pergi dari raga. Ada teman yang baik dan penuh perhatian patut disyukuri, tidak ada pun tak apa-apa sebab mereka punya hak untuk mau berteman dengan kita atau memutuskan hubungan pertemanan itu sendiri. Semua kita bikin ‘fine-fine’ saja.

c01d24a3-6587-431c-aa20-6862ea0023da
Baca Juga
Artikel
Menilik Jejak Ustad Junaidi Merawat Sejarah dan Literasi Pidie
06 Mei 2026

Karena bahagia itu bagi saya itu sederhana; bisa menulis cerpen, puisi, novel, melukis, memasak, menyanyi atau nongkrong di TIM sambil ngobrol ngalor-ngidul dan tertawa lepas dengan para sastrawan/penyair/pemain teater, penulis, sambil makan mie nyemek depan TIM, adalah bagian dari kemederkaan secara kemanusiaan yang paling hakiki. Dan sudah pasti serta tak bisa dipungkiri uang hasil honor bergerak di bidang literasi sudah ada di dompet, Rufolfo sayang.

*Nah itulah fiksi mini pagi ini, semoga yang baca terhibur. Yuuk kita makan mie nyemek depan Taman Ismail Marzuki (TIM) rasanya maknyus bingit loh, cuman 15 ribu, murmer say, serta jangan lupa menulis. Bikin apa saja, diary penderitaanmu juga tak dilarang.

Next Post

Rekayasa Mindset Umat Melayu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah