POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home POTRET Budaya

Senyum di Balik Pintu Masjid

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (5)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 5, 2025
in POTRET Budaya, puasa, Puisi Essay
0
Senyum di Balik Pintu Masjid - b9541453 1941 4401 9779 9a9e799c5dc6 | POTRET Budaya | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Di balik pintu kayu yang mulai lapuk,
seorang lelaki berdiri tegak,
dengan tangan kasar yang tak lelah menyapu,
menjaga rumah Allah tetap bersih dan teduh.

Ia bukan imam, bukan pula ustaz,
namun sujudnya selalu lebih awal,
dan langkahnya lebih panjang dari siapa pun,
karena ia menjaga tempat suci ini, tanpa pamrih.

Senyum di Balik Pintu Masjid - 24f8f883 d7c2 4430 bb6c a0d96c0bff5c | POTRET Budaya | Potret Online
Baca Juga
Malaysia
MESYUARAT PELAKSANAAN HARI PUISI MALAYSIA (HPM) KE-5 TAHUN 2024: SEGALA PERSIAPAN TELAH BERMULA.
05 Mei 2024

Setiap pagi ia mengangkat sajadah,
merapikan saf dengan penuh takzim,
melipat mukena yang tertinggal,
menyapu debu yang berani singgah.

Siang hari, ia duduk di serambi,
mengawasi anak-anak yang belajar mengaji,
membantu mereka mengeja Alif Ba Ta,
dengan suara lembut, penuh kesabaran.

Senyum di Balik Pintu Masjid - 6ea07795 1578 46f1 b93b 882ad7ce9c98 | POTRET Budaya | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman
06 Jan 2025

Menjelang magrib, ia menyiapkan air,
memastikan keran wudhu tak kering,
agar jamaah bisa menyucikan diri,
sebelum melangkah ke sajadah suci.

Namun tak banyak yang mengenalnya,
tak banyak yang menyapa namanya,
hanya sekadar melihat senyumnya,
yang selalu hadir di balik pintu masjid.

Senyum di Balik Pintu Masjid - IMG_7072 scaled | POTRET Budaya | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Cermin Malam
16 Des 2023

Senyum itu bukan karena cukup,
tapi karena ikhlas yang membuncah,
karena ia tahu, menjaga rumah Allah,
adalah bagian dari ibadahnya.

Dan di setiap sujud terakhirnya,
ia berbisik lirih dalam doa,
memohon agar hatinya tetap bersih,
seperti lantai masjid yang ia jaga setiap hari.


Rumah Kayu Cepu, 5 Maret 2025.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Senyum di Balik Pintu Masjid - unnamed 93a448d24513805e3338b55d2dae0cfb | POTRET Budaya | Potret Online

Bertahan dan Bergerak

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah