POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Anak

Bedah Buku Menggugat Ibu, Sajikan Banyak Momen Reflektif dan Pembelajaran

Redaksi by Redaksi
Juli 28, 2024
in Anak, Bacaan, Bedah buku, Buku, Edukasi, Humaniora, Literasi, Padang, Pendidikan, POTRET Budaya, Satupena, Sumatera Barat
0

 

Padang, Potretonline.com- Juli 2024-
Menyelami hubungan ibu dan anak melalui perspektif yang mungkin jarang dibicarakan, yaitu kritik, kekecewaan, dan harapan yang tidak tercapai atau tidak tersampaikan. Selain itu, memberikan kita wawasan tentang bagaimana pandangan terhadap ibu yang berkembang seiring bertambahnya usia.

Bedah Buku Menggugat Ibu, Sajikan Banyak Momen Reflektif dan Pembelajaran - 8a8232d0 7084 4b91 982b 7cc4fd8889f4 scaled | Anak | Potret Online
Baca Juga
Artikel
Sejarah Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
18 Nov 2024

Demikian terungkap pada bedah buku “Menggugat Ibu, Kumpulan Surat untuk Ibu”, Sabtu (27/7/2024), di aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jalan Diponegoro lantai 4. Bedah buku diselenggarakan DPD SatuPena Sumbar kerja sama Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, menghadirkan dua pembicara, Bunda Literasi Sumbar Harneli Mahyeldi dan Dosen Universitas Terbuka Padang Nurhasni, SS,MA dengan moderator Yurnaldi. Bedah buku dibuka Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Rahimi Siddik, SIP, M.Si. Turut memberikan sambutan Ketua DPD SatuPena Sumbar Sastri Bakry dan Ketua Panitia Eka Teresia, S.Pd, MM.

“Surat-surat yang dimuat dalam buku ini ditulis oleh siswa dan guru dengan hati dan perasaan yang menyentuh. Sehingga membacanya juga menyentuh hati. Banyak kisah yang bisa diambil pelajaran dalam buku ini,” kata Harneli, akrab disapa Ummi ini yang terlihat terharu terbawa sedih.
Dikatakan, hadirnya buku ini sekaligus meningkatkan kemampuan menulis kalangan siswa dan guru di SMA, SMK dan Madrasah Aliyah. Kemampuan menulis tentunya harus dibarengi dengan kemampuan banyak membaca. “Hadirnya buku patut diapresiasi,” kata Harneli.

Bedah Buku Menggugat Ibu, Sajikan Banyak Momen Reflektif dan Pembelajaran - c22f80f2 f940 4c2d 8972 a5870b632d40 | Anak | Potret Online
Baca Juga
19 Tahun Tsunami
Puisi-Puisi Kenangan Tsunami
26 Des 2023

Pembicara Nurhasni mengungkapkan, menjadi kekuatan utama buku ini adalah setiap penulis menghadirkan sudut pandang yang berbeda tentang hubungan mereka dengan ibu. “Kasih sayang, kekecewaan, ada yang menyampaikan rasa sakit yang mendalam, dan ada pula yang merenungkan harapan-harapan yang tidak terpenuhi. Keberagaman ini menciptakan mozaik emosional yang kompleks dan mendalam,, sehingga ada yang mencoba bunuh diri” kata Nurhasni.

Menurut Nurhasni, tema “menggugat ibu” ini memungkinkan para penulis untuk mengekspresikan perasaan yang seringkali terpendam. Buku ini tidak hanya berisi luapan kasih sayang dan kritik, namun juga menghadirkan refleksi mendalam tentang peran seorang ibu dan ekspektasi yang sering kali terkadang terlihat tidak realiastis.

Bedah Buku Menggugat Ibu, Sajikan Banyak Momen Reflektif dan Pembelajaran - FF052B31 14E3 4620 B934 F407EFA039E7 | Anak | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puisi-Puisi Rindu
27 Agu 2022

Kejujuran dalam menyampaikan perasaan juga menjadi daya tarik yang menonjol dalam buku ini, memberikan ruang bagi pembacanya untuk merenungkan hubungan mereka sendiri dengan ibunya.

“Buku ini disusun dengan baik, setiap surat diberikan ruang untuk bersinar tanpa terasa tergesa-gesa. Tata letak yang rapi dan penggunaan font yang nyaman dibaca, memperkuat pengalaman membaca. Desain sampul yang menarik, juga menambah daya Tarik buku ini, memberikan kesan pertama yang kuat,” kata Nurhasni.

Sebagai sebuah koleksi, kata Nurhasni, tema “Menggugat Ibu” berhasil diangkat dengan baik. Meskipun berisi kekecewaan, kritik, dan juga luapan kasih sayang, buku ini juga menyajikan banyak momen reflektif dan pembelajaran. Hubungan ibu-anak yang kompleks ditampilkan dengan cara yang jujur tanpa filter. Memberikan pembaca wawasan baru tentang dinamika ini.

“Menggugat ibu merupakan kumpulan surat yang berani dan provokatif. Menawarkan pandangan yang jujur dan mendalam tentang hubungan ibu dan anak. Buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan kebersamaan, harapan, dan kekecewaan mereka sendiri, serta memahami bahwa hubungan dengan ibu adalah sesuatu yang kompleks dan penuh nuansa. Dengan keberagaman penulis dan gaya penulisan, buku ini menjadi bacaan yang mengesankan dan menggugah perasaan,” kata Nurhasni.

Buku Menggugat Ibu ini adalah hasil Lomba Menulis Surat Untukmu Ibu yang diikuti ribuan anak SMA dan Guru dalam rangka hari Ibu tahun lalu. Editor buku ini adalah Sekretaris DPD SatuPena Sumbar Armaidi Tanjung, diterbitkan Pustaka Artaz, xiv + 266 halaman.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post

Syech Fadhil Minta Masyarakat Gelar Salat Istisqa

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah