Selasa, April 21, 2026

Pengembara Jalanan

Oktober 2018
Oleh: Redaksi
Ilustrasi :antara foto
Oleh : Nsyah
Dia berjalan di antara batas-batas trotoar
Mencari sisa-sisa dari barang bekas
Demi mendapatkan sebungkus nasi
Baju-nya yang compang-camping
Badannya yang dekil
Engkau berjalan dengan meneteskan air mata
Engkau tak kenal dengan kata malu
Engkau tak kenal dengan kata gengsi
Yang engkau kenali hanya diri-mu sendiri
Engkau itu bagaikan inspirasi dunia bagi pengemis pengemis kecil hingga tua
Yang hanya mampu melentangkan tangan
Di tiap tiap batas-batas trotoar lampu merah
Sungguh malang nasibmu, Nak
Tak ada segelintir dari pejabat-pejabat tinggi yang peduli kepadamu
Sungguh negeri-mu ini negeri kejam
Tanpa jiwa simpati
Tanpa rasa toleransi
Tanpa ada rasa iba hati
Hingga tanpa ada hati nurani
Terhadap masyarakat-masyarakat kecil sepertimu
Tenanglah, Nak
Engkau malaikat kecil pemberani
Kelak keringatmu itu
Tetesan air matamu itu
Akan terbalaskan dengan hasil kerja kerasmu selama ini
Banda Aceh, Simpang Surabaya, 20 Oktober 2018
Pukul 09 : 47
Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist