POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Bukan Kami Yang Menginginkannya

RedaksiOleh Redaksi
February 20, 2018
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Raufa Rachma
Email : raufarachma@gmail.com
            Salam buat yang sedang baca tulisan tak bernilai ini, yang tak pantas diterbitkan di sebuah majalah, tetapi pantas diterbitkan di setiap memori para pembaca yang setia dan penasaran  dengan cerita ini. Sebelumnya, supaya lebih akrab, kita berkenalan dulu. Namaku Mich Yung. Aku lahir dan hidup dalam keluarga berekonomi rendah. Tak punya kakak, abang, ataupun adik. Bahkan aku saja tak tahu siapa sepupuku. Kisah ini mungkin biasa saja bagi para pembaca, tetapi sangat kejam bagiku. Dunia seakan tak adil. “Mich Yung” laki laki yang tak beruntung, itu sih menurutku.
            Sejak kecil aku tinggal bersama keluarga yang nasibnya kurang beruntung. Diperlakukan seperti anak sendiri oleh seorang perempuan yang belum beranjak remaja. Kuperkenalkan dulu mengenai keluarga ini. Keluarga ini terdiri dari dua anak laki laki yaitu Tan dan Stephen, dua anak perempuan yaitu Min dan Hayaki, seorang ayah bernama Lee, dan seorang ibu bernama Emma. Pada saat itu aku masuk dalam anggota keluarga ini saat aku berumur 3 bulan. Hubungan orang tuaku dengan keluarga ini sangat dekat. Tetapi sifat orang tuaku dengan keluarga ini sangat jauh, sejauh matahari dengan planet Uranus. Hal yang ingin kutanyakan pada diriku ialah “Mengapa aku tak seberuntung kalian? Jika aku tak pernah beruntung, mengapa aku dilahirkan?”. Katanya’ manusia itu tak pernah bersyukur atas apa yang sudah ia dapatkan dan ia juga tidak sadar’, mungkin ada benarnya. Kata keluarga ini aku selalu diberikan makanan yang sehat, dirawat, dikasihani, dimanja dan banyak lagi. Tapi bukan itu yang kumaksud, aku ingin orang tuaku yang melakukan hal hal seperti ‘dimanja’ kepadaku.
            Baiklah, akan kukisahkan tentang orang tuaku dulu. Orang tuaku tidak kaya, tetapi bekerja. Aku tidak pernah tahu apa pekerjaan mereka dan Keluarga Lee juga tidak tahu. Ada yang mengatakan seorang sales dan lain lain. Sales memang nampak buruk di kalangan setiap orang, tapi itulah pekerjaan orang tuaku. Mengapa aku tidak menyebutkan nama orang tuaku? Karena aku malu dan tak sanggup mendengarnya. Bisa dibilang aku ini anak broken home. Tak jelas mengapa orang tuaku ingin bercerai, tetapi aku sekarang mengerti mengapa mereka bercerai. Orang tuaku nikah muda.  Jadi, keduanya masih ingin hidup seperti layaknya anak muda, seperti sering keluar malam dan hangout. Lalu mereka bertengkar tak jelas mengenai siapa yang mengurus aku saat bayi, jika keduanya pergi bersenang senang. Mereka tak menitipku karena biayanya terlalu mahal. Setelah mereka bercerai, aku pernah mendengar mereka berpacaran dengan orang lain lagi, baik mamaku dan juga papaku. Itu merupakan hal yang sangat kejam dan keji bagiku.  Aku akhirnya tinggal dan besar di dalam keluarganya Pak Lee. Ketika aku kecil, seorang bidadari yang kusebut tadilah yang sering merawatku yaitu ‘Min’. Aku sering bermain main dengan Tan dan Stephen tapi tidak dengan Hayaki. Bagiku Hayaki layaknya seorang monster. ‘Jangan ganggu aku karena aku takkan mengganggumu’ ya seperti itulah Hayaki. Hayaki dan Min memang saudara, tetapi sifatnya bagaikan air dan batu gunung. Aku tidak tahu kapan aku bisa merasakan kebersamaan bersama keluarga sendiri.
            Bulan berlalu, tahun berlalu. Saat ini aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Setiap orang membicarakan orang tuanya ataupun keluarganya. Terkadang mereka membicarakan pekerjaan orang tua mereka. Sementara aku, apa yang akan kubicarakan mengenai orang tuaku. Lebih baik aku menjauh dari mereka karena aku sangat takut jika ditanyakan tentang keluarga. Tapi pada suatu hari, suasana di dalam kelas begitu ramai dan saat itu aku berkumpul dengan teman temanku. Tiba Tiba seorang temanku bertanya kepadaku, “Mich, mengapa orangtuamu tak pernah mengantar atau menjemputmu?”. “Mereka sibuk” jawabku bohong. “Apa pekerjaan mereka ?”tanyanya lagi. “Mereka bekerja di daerah lain, di suatu perusahaan ternama” jawabku dengan sombong. “Wah, hebat sekali orang tuamu”pujinya. Apakah mereka tidak tahu perasaanku jika mereka bertanya seperti itu padaku? Aku sudah seperti selebriti yang diwawancarai oleh banyak wartawan dengan pertanyaan yang menusuk sekaligus menjebakku.
           
            Setiap detik, menit, bahkan saat aku menghembuskan nafasku, aku selalu berdoa agar aku bisa berkumpul dengan keluargaku. Tak masalah jika keluargaku berekonomi rendah, asalkan kami dapat bersatu kembali. Setahun kemudian, ayahku menikah lagi dan yang membuatku ingin meneteskan air mata ialah saat aku tahu sosok yang dinikahkan ayahku ialah bibinya teman sekelasku sewaktu SMP. Di acara itu tentu aku bertemu dengan teman sekelasku. Aku mencoba menghindar, namun akhirnya temanku menegurku. “Hei Mich aku ingin bertanya, yang menikah dengan bibiku bukankah ayahmu? Lalu bagaimana dengan ibumu? Dan katamu ayahmu itu bekerja di perusahaan ternama, tapi.. nyatanya tidak! Sepertinya keluargamu sangat berantakan.” celoteh temanku.  Aku menundukkan kepala saat mulutnya menjelek jelekkan diriku.
            Aku tahu, banyak orang seperti diriku, malahan lebih dari itu. Tapi, mengapa orang menggosipi anak anak seperti kami yang hidupnya tak beruntung. Apakah tidak ada topik lain? Apakah mereka tak punya hati? Bukan kami yang menginginkan tak ada sosok ibu dan ayah yang menemani hidup kami. Bukan kami yang menginginkan hidup dalam keadaan berkecukupan. Bukan! Bukan! Tuhan menciptakan kita secara adil. Mungkin sekarang aku hanya bisa menatap atas kebahagiaan orang, tapi 20 tahun lagi merekalah yang menatap atas kebahagiaanku. Hidupku bukan untuk digosipi tapi untuk dipelajari.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Dinamika Perceraian Tahun 2016 Meningkat

Tetap Semangat Wahai Guru, Walau di Tengah Gempuran Dunia yang Tidak Menentu

Magang Yuk

Menggali ilmu dan Pengalaman di Karang Asem

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

EMPAT SIFAT YANG HARUS DIMILIKI UMAT ISLAM

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00