• Latest
Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup - IMG 20250227 WA0014 | Indonesiana | Potret Online

Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup

Februari 27, 2025

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Indonesiana | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Jumat, April 24, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup

Redaksi by Redaksi
Februari 27, 2025
in Indonesiana, Korupsi
Reading Time: 2 mins read
0
Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup - IMG 20250227 WA0014 | Indonesiana | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : Ririe Aiko

Berita mengenai gaji Direktur Utama Pertamina Patra Niaga yang mencapai Rp1,8 miliar per bulan mengundang banyak reaksi dari masyarakat. Angka ini bukan hanya fantastis, tetapi juga menimbulkan rasa penasaran: bagaimana bisa seseorang dengan gaji sebesar itu masih tergoda untuk korupsi? Dugaan korupsi senilai Rp193 triliun yang mencuat belakangan ini menambah absurditas cerita. Seakan-akan, miliaran per bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Baca Juga
  • Indonesia : 60,3% Rakyat Miskin?
  • Mengenal Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang Baru Saja Di-OTT KPK

Menurut laporan dari Kompas.com, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menerima gaji sebesar Rp1,8 miliar per bulan. Jumlah ini lebih dari cukup untuk hidup mewah, bahkan bagi standar kalangan elite. Lantas, mengapa korupsi masih terjadi?

Inilah yang menjadi ironi terbesar. Di saat masyarakat diminta untuk bersabar dan bersyukur dengan upah minimum yang pas-pasan, para petinggi dengan gaji miliaran justru masih tega bermain curang. Ini bukan lagi soal kebutuhan, tetapi keserakahan.

Baca Juga
  • Pancasila dan Korupsi di Lembaga Pendidikan
  • Mengenal Menteri Tenaga Kerja yang Mengakui Tidak Terlibat Korupsi Noel

Logikanya sederhana: jika seseorang yang sudah bergaji miliaran masih juga korupsi, maka masalahnya bukan pada jumlah gaji, melainkan pada mentalitas. Keserakahan yang tidak mengenal batas membuat mereka merasa tidak pernah cukup, seberapa besar pun penghasilan yang didapatkan. Mereka tidak sekadar mencari kekayaan, tetapi kekuasaan dan pengaruh yang lebih besar.

Padahal, mereka berada di posisi yang seharusnya menjadi teladan bagi rakyat. Namun, ketika mereka yang digaji dengan angka fantastis justru terlibat korupsi, bagaimana masyarakat bisa percaya pada integritas pemimpinnya? Apakah gaji tinggi benar-benar menjamin seseorang untuk tetap jujur dan bersih dari praktik korupsi?

Baca Juga
  • 🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH
  • Duh Negeri Ini, Penjara Rasa Coffee Shop

Fakta ini semakin menohok ketika kita melihat rakyat kecil yang harus bertahan hidup dengan upah minimum, seringkali dengan cara gali lobang tutup lobang. Mereka diminta untuk menerima nasib dan tetap bersyukur, sementara para pejabat menerima gaji selangit, yang bahkan rakyat biasa tidak pernah bisa menghitung jumlah digitnya.

Inilah kesenjangan moral yang nyata. Masalahnya bukan pada angka di slip gaji, tetapi pada hilangnya nurani dan rasa cukup. Mereka yang sudah kaya raya ternyata tidak kebal terhadap godaan kekuasaan.

Kasus ini menjadi pelajaran penting, bahwa gaji tinggi saja tidak cukup untuk menjamin integritas seseorang. Perlu ada reformasi moral dan sistem pengawasan yang lebih ketat agar praktik korupsi bisa diminimalkan, bahkan dihapuskan.

Selama kerakusan para petinggi masih menganggap kekayaan sebagai ukuran kesuksesan, selama itu pula korupsi akan terus terjadi. Dan rakyat kecil akan terus menjadi korban yang dimiskinkan oleh para petinggi yang rakus.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Gaji Miliaran Tidak Cukup, Gaji UMK Harus Cukup - IMG 20250227 WA0015 | Indonesiana | Potret Online

Ketika Kemampuan Memahami Bacaan Masih Rendah

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com