• Latest
Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

May 19, 2025

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
May 19, 2025
in Indonesia, Malaysia, Olah Raga, Thailand
0
Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Makin ke sini, negeri jiran kita semakin hebat bulutangkisnya. Ada rasa iri, sih. Ya, sudahlah! Namanya olahraga, pasang surut. Kecuali, ngopi tetap penuh gairah untuk selalu menemani tulisan ini. Mari kita simak kehebatan tetangga sebelah di bidang tepuk bulu.

Baca Juga

Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

March 7, 2026
Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

February 23, 2026

Di saat sebagian besar negara masih sibuk debat siapa yang paling cinta ASEAN, Malaysia memutuskan untuk menyelesaikannya dengan cara yang lebih berkelas, memenangkan dua gelar di Thailand Open 2025. Bukan satu. Tapi dua, tuan-tuan dan puan-puan. Seolah ingin berkata, “Biarlah yang lain ribut soal geopolitik, kami pilih menggetarkan jaring net di Bangkok!”

Kemenangan ini tidak datang seperti hujan turun di musim kemarau, ia datang seperti banjir bandang yang menerjang papan skor dan membasahi sejarah dengan tinta emas. Pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan pasangan ganda putri Pearly Tan/Thinaah Muralitharan tampil bukan sekadar hebat. Mereka seperti muncul dari dimensi lain, tempat bulu tangkis diajarkan sejak bayi dan raket adalah alat makan pokok.

Mari kita mulai dari Aaron/Soh, duo yang seperti diciptakan langsung dari laboratorium rahasia badminton Malaysia. Mereka menghadapi pasangan Denmark William Kryger Boe/Christian Faust Kjaer dalam tiga gim yang menguji segalanya—mental, stamina, bahkan persahabatan. Skor 20-22, 21-17, 21-12 bukan sekadar angka. Itu adalah puisi dalam angka, soneta epik tentang perjuangan manusia melawan kelelahan dan demam panggung internasional.

Siapa di balik transformasi duo ini? Tidak lain dan tidak bukan, Herry Iman Pierngadi, pelatih legendaris asal Indonesia. Ya, Malaysia menyadari bahwa kalau ingin menang, jangan cuma beli teknologi. Beli sumber daya manusia unggul, dan siapa lagi kalau bukan Herry IP, otak di balik era keemasan ganda putra Indonesia. Di bawah asuhan beliau, Aaron/Soh bukan hanya naik level. Mereka berubah jadi mesin penghancur berkarakter lembut, seperti samurai yang meditasi dulu sebelum menebas lawan.

📚 Artikel Terkait

Ironi “Iron Lady” dan Politik Identitas yang Retak

Bedah Buku Menggugat Ibu, Sajikan Banyak Momen Reflektif dan Pembelajaran

Selamat Hari Ayah Nasional

Bekali Muhtasib Gampong, Prof Syahrizal Abbas Berikan Materi Perdana

Sementara itu di sektor ganda putri, Pearly/Thinaah tampil seperti bunga mekar yang menyemburkan laser. Mereka menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeong Na-eun/Lee Yeon-woo dengan skor 21-16, 21-17. Tidak ada drama tiga set. Tidak ada ketegangan berlama-lama. Ini seperti film laga berdurasi 15 menit, cukup buat nonton sambil rebus air tapi tetap bikin berteriak, “Apa Itu Smash?!”

Yang menarik, kemenangan ini datang setelah periode paceklik prestasi. Malaysia sempat diolok-olok sebagai “tim pencari pengalaman.” Tapi hari ini, pengalaman itu dibayar kontan. Bahkan dengan bunga. Bahkan dengan kupon diskon untuk final berikutnya.

Tentu saja, kita tidak boleh melupakan bahwa China juga merebut dua gelar, sektor tunggal putri lewat Chen Yu Fei, dan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Tapi ayolah, kita semua tahu China memang menang, itu seperti matahari terbit, nggak mengejutkan. Tapi Malaysia? Malaysia seperti komet langka yang lewat dan membakar langit dengan warna emas dan semangat serumpun.

Tuan rumah Thailand pun tak mau jadi figuran. Mereka membawa pulang satu gelar lewat Kunlavut Vitidsarn, yang berhasil menumbangkan Anders Antonsen dari Denmark. Sebuah kemenangan untuk menjaga harga diri, dan membuktikan bahwa Thailand tak hanya jago di kuliner dan pariwisata. Namun pada akhirnya, yang jadi bahan omongan bukan siapa yang menang, tapi siapa yang berubah jadi monster di lapangan. Jawabannya jelas, negeri Upin Ipin.

Dunia, hati-hati. Malaysia tidak hanya bangkit. Mereka sedang memanaskan mesin. Dengan Herry IP di balik kemudi, bukan tidak mungkin mereka akan merebut segalanya, gelar, ranking satu dunia, bahkan hati para penonton netral.

Thailand Open 2025 telah mencatat sejarah. Malaysia meraih dua gelar, dan ada sentuhan Indonesia di dalamnya.
“Bang, kita kapan juaranya?” Nanti, ada masanya, tenang saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 72x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 62x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Terkait

Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

by Rosadi Jamani
March 7, 2026
0

Oleh Rosadi Jamani Tidak lama lagi Piala Dunia. Salah satu pesertanya, Iran. Amerika juga peserta, karena tuan rumah. Iran masih gamang. Paman Sam tenang. FIFA pura-pura posisi imbang....

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

Impor 105 Ribu Pick-Up CBU dari India: Jalan Pintas yang Mengancam Industrialisasi Nasional

by Redaksi
February 23, 2026
0

Oleh Didik J. Rachbini Rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up secara utuh (CBU) dari India mencerminkan ketidaksinkronan dalam kepemimpinan ekonomi dan arah industrialisasi nasional. Di tengah komitmen...

Ketika Senjata Tarif Presiden Trump Dianggap Illegal Oleh Mahkamah Agungnya

by Redaksi
February 22, 2026
0

Apa Arti Buat Indonesia? Oleh Denny JA Di sebuah kota pelabuhan kecil di Asia Tenggara, lampu-lampu pabrik menyala semalaman. Di sana, ribuan buruh menggantungkan hidup pada satu hal...

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

by Rosadi Jamani
February 11, 2026
0

Oleh Rosadi Jamani Banyak followers ngeluh, tulisan saya tak ada yang menyenangkan. Korupsi mulu, utang negara, mental pejabat. Sekali-kali yang menyenangkanlah. Siap. Kali ini saya mau mengenang seniman...

Next Post
Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Punya tulisan menarik?
Kirim ke Redaksi via WhatsApp
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com