POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Malaysia

Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 11, 2026
in Malaysia, Pemuisi Malaysia, seni, Seniman
0
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 9e121d66 0ad0 4850 9bd0 71a6fdf78f88 | Malaysia | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Banyak followers ngeluh, tulisan saya tak ada yang menyenangkan. Korupsi mulu, utang negara, mental pejabat. Sekali-kali yang menyenangkanlah. Siap. Kali ini saya mau mengenang seniman Melayu yang selalu hidup dengan karya-karya monumentalnya. Simak narasinya sambil seruput kopi sedikit gula aren, wak!

Namanya Tan Sri Dr P Ramlee. Nama lahirnya panjang dan gagah, Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh. Bukan sekadar seniman. Dia itu paket lengkap edisi langka, “all in one” sebelum istilah multitasking jadi kebanggaan LinkedIn. Lahir 22 Maret 1929 di Sungai Pinang, George Town, Penang, saat tanah itu masih bernama Straits Settlements di bawah British Malaya. Ayahnya pelaut asal Aceh, ibunya orang Penang. Darah perantau, jiwa seni, nasibnya? Ditakdirkan jadi legenda.

Baca Juga
  • e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a
    Artikel
    Makna Zikir
    21 Mei 2026
  • Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 78d091a9 7d63 4662 bf55 0a2991fa86c4 | Malaysia | Potret Online
    Edukasi
    AIU and Its Mission to Serve Humanity
    14 Des 2025

Masa kecilnya bukan diisi main PlayStation, tapi main musik. Bahkan saat pendudukan Jepang, ketika hidup sedang pahit-pahitnya, ia sudah tampil di band-band lokal Penang. Anak muda lain mungkin sibuk bertahan hidup, dia sibuk mengasah nada. Seolah Tuhan berbisik, “Kau bukan cuma lahir, Ramlee. Kau akan mengguncang layar.”

Tahun 1945 ia masuk dunia hiburan sebagai penyanyi dan musisi. Tahun 1948 pindah ke Singapura, gabung Malay Film Productions (Shaw Brothers) di Jalan Ampas. Dari situ, sejarah Melayu modern mulai ditulis dengan kamera dan gitar. Nama panggung “P. Ramlee” diambil dari “Puteh” nama ayahnya. Hormat pada akar, lalu melesat ke langit.

Baca Juga
  • 01
    Penyair
    Mustiar Ar, Puisi Mengalir Dalam Jiwa dan Hidupnya
    10 Jun 2021
  • Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - F283EECC EF52 4432 8D42 67B44546B103 | Malaysia | Potret Online
    Artikel
    Nasehat Kepemimpinan dari Sang Perdana Menteri
    10 Jan 2023

Tahun 1950-an sampai 1960-an? Itu zamannya P. Ramlee merajai layar. Ia bukan cuma aktor. Ia sutradara. Ia penulis skenario. Ia komposer. Ia fenomena. Total lebih dari 66 film dibintangi, 35 film disutradarai, dan sekitar 350 lagu dikomposisi. Itu bukan CV, itu kitab suci perfilman Melayu.

Sebut saja Pendekar Bujang Lapok (1959), Do Re Mi, Tiga Abdul (1964), Hang Tuah (1956), Ibu Mertuaku (1962), Antara Dua Darjat (1960), Labu dan Labi (1962), Madu Tiga (1964), sampai Penarek Becha (1955). Komedi? Ada. Drama? Banjir. Kritik sosial? Halus tapi menusuk. Isu kemiskinan, cinta beda kelas, nilai tradisional, semua dibungkus tawa dan air mata. Dia bikin orang ketawa, lalu tiba-tiba sadar hidup ini getir.

Baca Juga
  • Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - BD06FB8F AF94 4986 8A24 4FBAE51088BE | Malaysia | Potret Online
    Antar Bangsa
    Senerai Puisi Antar Bangsa
    06 Feb 2023
  • Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 90b51e89 33eb 4bae 9fd5 f0904fe16de1 | Malaysia | Potret Online
    Literasi
    Pelukis Kaligrafi Cina Muslim Malaysia akan Meriahkan Pameran IMLF Dua di Padang
    17 Apr 2024

Di dunia musik, jangan ditanya. “Getaran Jiwa” saja sudah cukup bikin generasi tua mendadak melamun ke masa muda. “Dendang Perantau”, “Engkau Laksana Bulan”, “Joget Pahang”, “Di Mana Kan Ku Cari Ganti”, “Azizah”, “Bunyi Guitar” itu bukan lagu, itu memori kolektif Asia Tenggara. Tahun 1956, ia menang Best Musical Score di Asia-Pacific Film Festival untuk Hang Tuah. Internasional, wak. Bukan kaleng-kaleng.

Kehidupan pribadinya? Penuh warna. Tiga kali menikah dengan Junaidah Daeng Harris, Noorizan Mohd Noor, lalu Saloma pada 1961. Bersama Saloma, ia jadi pasangan ikonik. Namun seperti banyak legenda, hidup tak selalu ramah. Setelah pindah ke Kuala Lumpur tahun 1964 dan bergabung dengan Merdeka Film Productions, badai finansial datang. Kariernya meredup. Dunia hiburan berubah. Zaman berganti.

Pada 29 Mei 1973, usia baru 44 tahun, serangan jantung di Setapak, Kuala Lumpur, menutup tirai hidupnya. Terlalu cepat. Terlalu muda. Seperti bintang yang meledak sebelum waktunya.

Tapi legenda tidak mati. Gelar Tan Sri ia terima pada 1965. Ia diakui sebagai “Bapa Dunia Filem Melayu.” Film-filmnya tetap tayang tiap Lebaran. YouTube penuh wajahnya. Lagu-lagunya masih diputar di radio tua sampai Spotify modern.

Ada orang terkenal karena viral. Ada orang abadi karena karya. P. Ramlee? Ia tak sekadar hidup dalam sejarah. Ia adalah sejarah itu sendiri.

“Bang, kenapa lagu Madu Tiga ciptaan beliau terkenal di kita ya?”

“Ahmad Dhani ada meng-cover lagu beliau. Itu sebabnya terkenal dan banyak terinspirasi.” Ups

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

Previous Post

Dari Pemimpin Peradaban ke Penonton Global: Kesalahan Membaca Islam dan Kemenangan Diagnostik Barat

Next Post

Mengapa Meulaboh Begitu Menghormati Teuku Umar Johan Pahlawan?

Next Post
Mengenang P. Ramlee, Seniman Melayu yang Selalu Hidup - 2cc0dcdb 5c9a 41e0 9401 1538375c2a74 | Malaysia | Potret Online

Mengapa Meulaboh Begitu Menghormati Teuku Umar Johan Pahlawan?

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah