POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Indonesia

Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Mei 19, 2025
in Indonesia, Malaysia, Olah Raga, Thailand
0
Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 2025 05 19 06 17 44 | Indonesia | Potret Online

Oleh Rosadi Jamani

Makin ke sini, negeri jiran kita semakin hebat bulutangkisnya. Ada rasa iri, sih. Ya, sudahlah! Namanya olahraga, pasang surut. Kecuali, ngopi tetap penuh gairah untuk selalu menemani tulisan ini. Mari kita simak kehebatan tetangga sebelah di bidang tepuk bulu.

Di saat sebagian besar negara masih sibuk debat siapa yang paling cinta ASEAN, Malaysia memutuskan untuk menyelesaikannya dengan cara yang lebih berkelas, memenangkan dua gelar di Thailand Open 2025. Bukan satu. Tapi dua, tuan-tuan dan puan-puan. Seolah ingin berkata, “Biarlah yang lain ribut soal geopolitik, kami pilih menggetarkan jaring net di Bangkok!”

Baca Juga
  • Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 78d091a9 7d63 4662 bf55 0a2991fa86c4 | Indonesia | Potret Online
    Edukasi
    AIU and Its Mission to Serve Humanity
    14 Des 2025
  • Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 1001294412_11zon | Indonesia | Potret Online
    # Kebijakan Trump
    Ketika Senjata Tarif Presiden Trump Dianggap Illegal Oleh Mahkamah Agungnya
    22 Feb 2026

Kemenangan ini tidak datang seperti hujan turun di musim kemarau, ia datang seperti banjir bandang yang menerjang papan skor dan membasahi sejarah dengan tinta emas. Pasangan ganda putra Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan pasangan ganda putri Pearly Tan/Thinaah Muralitharan tampil bukan sekadar hebat. Mereka seperti muncul dari dimensi lain, tempat bulu tangkis diajarkan sejak bayi dan raket adalah alat makan pokok.

Mari kita mulai dari Aaron/Soh, duo yang seperti diciptakan langsung dari laboratorium rahasia badminton Malaysia. Mereka menghadapi pasangan Denmark William Kryger Boe/Christian Faust Kjaer dalam tiga gim yang menguji segalanya—mental, stamina, bahkan persahabatan. Skor 20-22, 21-17, 21-12 bukan sekadar angka. Itu adalah puisi dalam angka, soneta epik tentang perjuangan manusia melawan kelelahan dan demam panggung internasional.

Baca Juga
  • Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 1b6d620c 825e 4bea b917 7ef2aa1dae0e | Indonesia | Potret Online
    Malaysia
    Puisi-Puisi Zach Baseer
    26 Agu 2024
  • 02
    Kelantan
    Goresan Puisi-Puisi Oui Bin Sal
    18 Jan 2024

Siapa di balik transformasi duo ini? Tidak lain dan tidak bukan, Herry Iman Pierngadi, pelatih legendaris asal Indonesia. Ya, Malaysia menyadari bahwa kalau ingin menang, jangan cuma beli teknologi. Beli sumber daya manusia unggul, dan siapa lagi kalau bukan Herry IP, otak di balik era keemasan ganda putra Indonesia. Di bawah asuhan beliau, Aaron/Soh bukan hanya naik level. Mereka berubah jadi mesin penghancur berkarakter lembut, seperti samurai yang meditasi dulu sebelum menebas lawan.

Sementara itu di sektor ganda putri, Pearly/Thinaah tampil seperti bunga mekar yang menyemburkan laser. Mereka menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeong Na-eun/Lee Yeon-woo dengan skor 21-16, 21-17. Tidak ada drama tiga set. Tidak ada ketegangan berlama-lama. Ini seperti film laga berdurasi 15 menit, cukup buat nonton sambil rebus air tapi tetap bikin berteriak, “Apa Itu Smash?!”

Baca Juga
  • Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 42fe8929 d098 474e 9fcb c9041d8b7c46 | Indonesia | Potret Online
    akhlak
    Transaksi Hukum Yang Abai Pada Etika, Moral dan Akhlak
    03 Jan 2025
  • Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 1001376951_11zon | Indonesia | Potret Online
    Budaya
    Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.
    23 Mar 2026

Yang menarik, kemenangan ini datang setelah periode paceklik prestasi. Malaysia sempat diolok-olok sebagai “tim pencari pengalaman.” Tapi hari ini, pengalaman itu dibayar kontan. Bahkan dengan bunga. Bahkan dengan kupon diskon untuk final berikutnya.

Tentu saja, kita tidak boleh melupakan bahwa China juga merebut dua gelar, sektor tunggal putri lewat Chen Yu Fei, dan ganda campuran Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Tapi ayolah, kita semua tahu China memang menang, itu seperti matahari terbit, nggak mengejutkan. Tapi Malaysia? Malaysia seperti komet langka yang lewat dan membakar langit dengan warna emas dan semangat serumpun.

Tuan rumah Thailand pun tak mau jadi figuran. Mereka membawa pulang satu gelar lewat Kunlavut Vitidsarn, yang berhasil menumbangkan Anders Antonsen dari Denmark. Sebuah kemenangan untuk menjaga harga diri, dan membuktikan bahwa Thailand tak hanya jago di kuliner dan pariwisata. Namun pada akhirnya, yang jadi bahan omongan bukan siapa yang menang, tapi siapa yang berubah jadi monster di lapangan. Jawabannya jelas, negeri Upin Ipin.

Dunia, hati-hati. Malaysia tidak hanya bangkit. Mereka sedang memanaskan mesin. Dengan Herry IP di balik kemudi, bukan tidak mungkin mereka akan merebut segalanya, gelar, ranking satu dunia, bahkan hati para penonton netral.

Thailand Open 2025 telah mencatat sejarah. Malaysia meraih dua gelar, dan ada sentuhan Indonesia di dalamnya.
“Bang, kita kapan juaranya?” Nanti, ada masanya, tenang saja.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Previous Post

Ironi Papua

Next Post

Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

Next Post
Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open - 2025 05 19 06 32 45 | Indonesia | Potret Online

Mustika Segu: Menempa Generasi Muda lewat Pencak Silat dan Karakter

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah