Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Mohammad Iskandar: Skmengantar gelisah hatidi lelampu cahayasetangkup rahasia terjagadari keremangan batin kitaKe arah mana kita mestinyaketika wajah-wajah beralih rupareda...
Apakah Aku Sedang Jatuh Cinta? Ketika hati bertabur rasa bahagiaDarah mengalir indahNapas mengalir merduJantung menggoyangkanDunia milikkuWaktu bertabur senyumPipi merah meronaSuara bergendangLangkah...
Tiga Hari dalam Kelopak WaktuOleh: Riami Apakah benar mimpi itu, bukan bunga tidur? /18 Desember/ Bentang waktu antara aku dan kau tinggal setitik. Semua...
BUKAN PINISIOleh: HEZA HARABengkalis Biduk kecil dipenuhi keinginan besarTanganku mendayung tertatih di samudera luasTerbentang tiada bertepi bak langit biruKuarungi hingga ujung...
EgoAda aku yang aku pada kamu yang kamuAda jiwa-jiwa yang lelah pada langkah-langkah jengahAda kosong pada kekosongan yang beri bunyi...
WAHAI HATIKUWahai hati yang sunyiturunkan perahu kerinduanSaya menyajikan secangkir damMatahari masih tersenyumbiar disiniSaya mengambil pecahan kaca_ Dalam badai kecuranganmeulaboh,05 .09.2021SORE...
( Karya : Zab Bransah)Izinkanlah,Wahai Zulia kusapa bulan bersama malamini malam bersama bulan kurindukan walau di ujung malamakan bertepi merebahkan...
Oleh : Putri Zianby CintamiDari jarak beribu-ribu kilometer, ku dengar suara ledakan yang menggelegar...Meruntuhkan rumah-rumah di tanah Palestina...Wahai Israel!Kau renggut...
Cermin Fatamorgana Akuhilang dirihanya biashanya tipuanhanya pantulanhanya imajinasihanya gejala optishanya fatamorgana: Aku tak ingiin itu Akusiapadi manake mana : Lelah sudah aku cari Akuhanya...
Khayalis: Syam SSinar mentari mengais pagi Bersama mendung menipis angin semilir lembutMenyentuh relung dan tetes bening menyejuk hati...
© 2026 potretonline.com