Senin, April 20, 2026

HANYUTLAH KAU SANG PENGKHAYAL

September 2021
Oleh: Redaksi

 

        Khayalis: Syam S

Sinar mentari mengais pagi 

Bersama mendung menipis angin semilir lembut

Menyentuh relung dan tetes bening menyejuk hati saat ini di kotaku 

Membuat aku berkhayal untuk menelaahnya

Karena sinarnya bukan hanya seberkas

Ribuan gemerlapan berhamburan mendarat di bumi sempurna

Ingin aku terus mengkhayal sebagai khayalis 

Menulis mentari yang terlukis dengan rintik gerimis cahayanya ibarat dentingan gelas-gelas kaca

Di jalanan diselimuti kabut asa

Hingga khayalku mandeg dan mata penaku aus digerus sang waktu

Gagang penaku patah

Menancap dalam gelas-gelas tinta mengering dan kuisi kembali dengan tetesan cahaya

Saat itu bila terjadi

Khayalku tak sanggup lagi membumbung tinggi seperti cahaya yang mengangkasa di atas mega-mega cinta

Menembus dinding ambisi 

Penaku tak sanggup lagi menatap kertas-kertas kusam dan buram

Kala jemari tak lagi menari menemani pena

Ketika itu aku akan turun bersama cahaya karena inginku

Bukan karena lelah

Tidak karena bosan 

Tapi saatnya aku ditakdirkan seperti kertas tidak selalu di atas

Biar saja saat itu terjadi

Khayalku akan aku lepas bebas ke jagat raya

Aku ingin bebas dari fatamorgana khayal

Dan catatan-catatan yang tersisa akan kusimpan dalam mangkuk dan penyenduk untuk kureguk sebagai penyejuk 

Buat aku saja

Bukan buat siapa-siapa dan bukan buat masa depan

Setelah itu aku akan berkata dan terus berkata seperti suara mentari yang menebar cahaya

Sambil berkaca pada fakta yang tak kutulis sempat

Aku ucap dengan kata dalam cinta penuh rasa di tengah rinai gerimis dan derai gerai mentari pagi

Melakukan apa yang dibisikkan oleh kata hati

Kala hati terisi perasaan tiada tara

Aku tidak akan pernah leka dengan dusta mulut berbusa

Untuk sebuah kejujuran yang datang menjumpai siapa saja seperti pagi yang datang setiap hari pada hati tak pilih kasih

Tidak pilih sempat untuk siapa-siapa

Sembari berharap tak ada luka yang datang mengajak berkawan.

Lalu ku eja pelan-pelan lafat niat berkhayal:

“Hanyutlah kau sang pengkhayal bersama derai cahaya di gerai pagi bersama gema riuhnya bualan maya pagi ini”.

(Dahlia 11, Bna, 26 Sept 2021)

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist