Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Zab Bransah Bisikan air buih anak gelombang Anak - anak penuh ceria bermandian di sore itu kala...
PAGI DI KOTA Aku temukan seseorang dengan wajah cemas harus bergegas tinggalkan sarang menyesaki jalan-jalan bersimpang siur seperti beban kerja...
Savitri Jumiati Lama tak lagi kudengar Entah hitungan bulan dalam almanak Tahun baru hampir tiba Kemana wajahmu kembang dara Telah...
Oleh Zulkifli Abdy Niscaya tak akan kulewatkan senja ini Kecuali kuarungi dulu samudera Dan kubelah langit kembara ini Jejakkan kaki...
Oleh Halimah Kanda... 30 tahun sudah Kita kayuh biduk rumah tangga Walau tak sempat kaya tapi kita cukup bahagia Dua...
Mustiar Ar : KUEJA LAGI SENJA INI Biar disini saja Mengeja nikmatmu Disini bersama kemiskinan diri Kueja nikmatmu Tuhan' TUNTUN...
Sinyal Karya Asep Perdiansyah Sinyal dimanakah engkau berada Mencarimu hingga berkelana Tiba-tiba hilang tanpa kata Keliling mengangkat tangan...
Oleh Tabrani Yunis Katanya Kita Pancasila Membanggakan burung Garuda sebagai lambang kekuatan negara bangsa Seperti kala kita dengan bangga berkata...
Oleh Ria Andelia Sosok perempuan hebat Yang tangguh dalam luka Perlina sedih dalam kelabu Dia ibu yang tiada dua Ibu,...
LILIN DAN GERIMIS ( i ) saat kau nyalakan lilinmu gerimis dan angin mengepung kita --- dalam persegi ruang di...
© 2026 potretonline.com