Berkacalah

Juni 2022

Oleh Tabrani Yunis

Katanya Kita Pancasila

Membanggakan burung Garuda sebagai lambang kekuatan negara bangsa

Seperti kala kita dengan bangga berkata sambil mengepal tangan di dada

Burung garuda

Garuda Pancasila

Aku bangga sebagai bangsa Indonesia

Bangsa Indonesia nan gagah berani membela tanah tercinta

Tapi hanya ada dalam untaian kata

Hanya pura-pura sebagai penyemangat saja

Seperti kala setiap saat kita menggaungkan lagu Pancasila dengan hikmat dan penuh makna

Kita seakan bersumpah kepada bangsa dan negara bahwa kita senantiasa setia

Mengumbar janji tak akan melepaskan sejengkal tanah pun kepada mereka para penguasa, pengusaha dan siapa saja

Kita menyatakan cinta tanah dan negara

Tapi, berkacalah kita

Siapa kita?

Di mana kita?

Lihatlah wajah kita

Berlumur darah dusta

Kemunafikan terus menempel di wajah kita

Berkacalah

Agar kita tahu siapa kita

Kita yang benci akan kolusi, tapi semakin menggila

Kita meradang tak suka korupsi, bahkan kian merajalela

Kita muak pada perilaku nepostisme merebak di negara bangsa, itu hanya dusta

Ah, berkacalah

Melihat siapa kita

Jangan katakan aku Pancasila

Bila hanya pemanis kata

Ya, berkacalah melihat wajah kita

Siapa tahu kita akan terbangun dari mimpi panjang yang dipajang di angkasa

Siapa tahu, kita bisa melihat garis-garis wajah duka

Ayolah berkaca

Agar kita bisa membangun bangsa

Mempertahankan setiap jengkal tanah yang kita punya

Berkacalah

Agar kita tidak lupa

Berkacalah,

Itu lebih berharga dan setia pada Garuda dan Pancasila

Bukan sebagai pendusta penuh nista

Banda Aceh, 1 Juni 2022

Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist