HENING HUMA
Oleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah...
Oleh Tabrani Yunis ( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami) Sambil kau berlari-lari Kau mengikuti Mengejar...
Puisi Zulkifli Abdy Gempa.., oh gempa dahsyat sekali bumi tiba-tiba berguncang Tsunami.., oh tsunami ngeri sekali ombak gulung-gemulung...
Oleh Zulkifli Abdy Sejenak kutertegun.., Tiba-tiba saja orang-orang mulai berbenah Hari berganti bulan dan bulan pun berbilang dua...
Rindu Ibu Delia Rawanita Besok pertemuan kita,bu Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya Selamanya Pagi itu aku bersama...
Oleh Zulkifli Abdy Entah mengapa.., Tiba-tiba sadja akoe teringat sesoeatoe jang telah lama sekali berlaloe Sehingga akoe merasa...
Mustiar Ar —————— MEULABOH 1 Sisa kupi semalam Membisikan jiwa Napas tersengal Saat dirimu, ucapkan ” rawat...
NAMA PENGKARYA : GURU KIDAL ( I ) aku duduk di rerali jendela mengait sembilan belas kuntum...
, Sajak ke – 3...