Sejoli Puisi Zulkifli Abdy
LARA Tatkala pagi menepi nadi kehidupan pun nyeri ada yang menangisi kemarin telah terlanjur berdusta pada batin ada...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
LARA Tatkala pagi menepi nadi kehidupan pun nyeri ada yang menangisi kemarin telah terlanjur berdusta pada batin ada...
Oleh Maisara siswa MAN 4, Trienggadeng. Pidie Jaya Roda kehidupan kian menampakkan diri Laksana mentari menyinari jagat...
Mahasiswa Prodi Kimia, FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Munafik Kau sering berkata-kata, tapi semua katamu itu...
– Sajak ke-2 buat Zab Bransah, Kota Langsa, Acheh *Jangan katakan, kau akan bertemu lagi* *dinihari, langit fajar,...
By – Bert Cacayan in The Philipine People say that You, Planet Earth, are lonely because there...
Oleh : Syamuarni Setia Hari ini cerah sahabatku Dan salam hangat buat semua Kita bisa hadir lagi di...
Kehidupan selalu bahagia Hidup itu perjuangan Jangan berpikir sampai itu saja Kau perlu melihat luasnya dunia Ada...
Oleh Ria Andelia Guru, judul yang tak pernah sirna Dimana sosok dia seorang pengajar Yang mengajarkan muridnya Dengan...
Oleh Julia Ikin Antara laut dan langit kupilih menanti debur ombak di setiap desah perkhabaran Antara sepoi membelai...