Berbuat Baiklah
Pemuisi : Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Malaysia Saudaraku Buatlah sesuatu seperti Kita hidup hanya untuk Hari ini...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Pemuisi : Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Malaysia Saudaraku Buatlah sesuatu seperti Kita hidup hanya untuk Hari ini...
SEMISAL KITA Puisi daun kering Dihempas terik Ke ngrai aura janji busuk Yang menari di rongga dunia...
Oleh Zainatul Shuhaida Abdull Rahman Pemuisi Malaysia Saudaraku di seberang Tidak kenal rupa wajah Ombak badai samudera...
(buat sahabatku, Tabrani Yunis) Tab, saya – anak berspeda jauh lewat pulang, rapat maghrib – berdetak, pecah hati,...
Oleh Zab Bransah Langsa Aceh Indonesia Jiwa ini kerinduan bersemayam kisah antara dua batas selat Malaka antara Kuala...
*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.*...
Oleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis...
Zulkifli Abdy Catatan harian ku akan berakhir Seiring tahun akan berganti 2022 akan segera pergi 2023 telah...
Kopi, Mawar Tidurlah, mawar malam hanya sebentar jika lena. Esok terjaga hari cepat sekali, pagi. Bahkan, mimpi bergegas...