SENJA DI PULAU PENYENGAT

Desember 2022
Oleh: Redaksi

Oleh Zulkifli Abdy

Buat Seorang Ilham

Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat
Karena di sana pada suatu hari biduk yang kita tumpangi pernah merapat
Bahtera yang mengarungi laut dangkal itu berpenumpang sarat
Di masjid pulau itu pula kita pernah menunaikan shalat Jumat
Dan memandang takjub meriam tua yang telah berkarat

Mungkin engkau bertanya mengapa aku kerap menyebut pulau Penyengat
Di sana kita pernah berziarah ke makam ulama yang masih terawat
Juga situs-situs peninggalan sejarah yang perlu dicatat
Di sanalah sejarah masyarakat melayu Riau pernah berpusat
Menjelang senja yang kian temaram kita pun bergegas kembali ke darat.

(Z.A – Kutaradja, 17 Juli 2022 pukul 16.10).

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist