Puisi Khusus Rosli K. Matari Tuk Tabrani Yunis
Nah, Ngopi Sore Ini Menjadi Lebih Meriah – Tabrani Yunis *Kita ngopi sore ini.* *Lupakanlah jam delapan tadi*...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Nah, Ngopi Sore Ini Menjadi Lebih Meriah – Tabrani Yunis *Kita ngopi sore ini.* *Lupakanlah jam delapan tadi*...
Nurdin F.Joes: Tiba di kampung Aku mengukur jumlah jalan yang masih berlumpur jalan lama tempat belajar mendayung sepeda...
Oleh: Breaking Reza Guru MIN Tungkop, Aceh Besar Sajak-sajak yang terbang mencari tujuan Berisi ungkapan terpendam Memohon...
Oleh Zulkifli Abdy Niscaya tak akan kulewatkan detik demi detik kembara ini Kecuali kudengar dulu gemeretak suara gelagar...
Oleh Zab Bransah Sinar menyinari tanah Aceh Darussalam di sini para putra putri negeri menuntuk ilmu Sinar...
MATA BIRU Mustiar Ar Gerai rambut si mata biru Samar kuintai dari...
Oleh Muhammad Adid AB. Rahman Berdomisili di Malaysia Matahari terbit saban pagi dan terbenam di ufuk barat...
Masih Adakah Harumnya Bunga Kupula – Zab Bransah, Sajak ke – 3 Aku tidak muda lagi, tidak ada...
Oleh Rosli K. Matari Di Malaysia – Zab Bransah, kota...