Sajak 31 Des 22
*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.*...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
*Satu tahun, lengkap dan selesai* *namun hakikatnya, berkecai.* *Yang lebih abadi* *hanya puisi, koma, dan titik ini.*...
Oleh Rosli K.Matari Malaysia Kemiskinan itu, harta bukan jiwa. Miskin apa, ada sungai, telaga sumur, mana habis...
Zulkifli Abdy Catatan harian ku akan berakhir Seiring tahun akan berganti 2022 akan segera pergi 2023 telah...
Kopi, Mawar Tidurlah, mawar malam hanya sebentar jika lena. Esok terjaga hari cepat sekali, pagi. Bahkan, mimpi bergegas...
Oleh Zulkifli Abdy Kegamangan malam merangkak mengikuti detak jarum jam Perlahan mengunci hening huma di segara yang telah...
Oleh Tabrani Yunis ( Buat anakku Amalina Khairunnisa yang pergi bersama tsunami) Sambil kau berlari-lari Kau mengikuti Mengejar...
Puisi Zulkifli Abdy Gempa.., oh gempa dahsyat sekali bumi tiba-tiba berguncang Tsunami.., oh tsunami ngeri sekali ombak gulung-gemulung...
Oleh Zulkifli Abdy Sejenak kutertegun.., Tiba-tiba saja orang-orang mulai berbenah Hari berganti bulan dan bulan pun berbilang dua...
Rindu Ibu Delia Rawanita Besok pertemuan kita,bu Aku tak pernah lupa menghitungnya tanggalnya Selamanya Pagi itu aku bersama...