Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Nurdin F.Joes: Belum reda takut kami kepadamu Ketika engkau menghardik dengan keras saat kami telat tiba di sekolah. Kami tak...
Oleh Wan Ina Nurfazlina Ke sana ke mari Kita .. Bagai langkah sedang mencari titik henti... Sini ! Titik. Berhenti...
Ketika hujan turun tadi sore.. Menjelang senja di kotaku.. Terhenti aku melangkah.. Hujan tak kunjung reda.. Aku ingat secangkir kopi.....
(Khayalis: Syam S) Mentari pagi di kaki langit ingin kudekat Binar meranum di ujung awan Sedikit...
Oleh Zulkifli Abdy Perhelatan telah apik dikemas dan altar untuk petinggi negeri sudah pula berdiri megah Alasan untuk membenarkan helat...
Oleh Zab Bransah Langsa, Aceh Puitis sangat bacaan dato' pasti penuh misteri cinta ternoda Kisah dan rinduku Ingin bersama lagi...
BANDA ACEH - Potretonline.com, 17/06/22. Lembaga Satupena Aceh, akhir Juni, pada hari Sabtu (25/6/2022) akan melaksanakan program kegiatan bedah buku...
Oleh Tabrani Yunis Perang berkecamuk di kaki lima Pedagang- pedagang berjuang mencari laba Minyak goreng tiba-tiba langka Menghilang menaikan harga...
Oleh Zab Bransah Senja semakin merapat di kaki langit Perjalanan sangat melelahkan antar waktu Antara jejak belantara Kisah ini mulai...
Karya Asep Perdiansyah Hidup adalah sebuah perjalanan Ada awal maka akan ada akhir Erril telah pulang melewati Sungai...
© 2026 potretonline.com