Sajak – Sajak Ina Nur Fazlina

Juli 2022
Oleh: Redaksi

Malaysia

Sekiranya pagi ini..

Beribu rintik turun dari awan..

Pintalah setitik ..

Buat menikmati kesejukan nikmat pemberian Tuhan…

Kerana semuanya hadir saling berselingan..

Sepertimana kita sering meyakini

” Selepas kesusahan pasti ada kesenangan”

Agar manusia belajar merasai daripada Yang Maha Mengasihi tanpa pengecualian…

Selamat Siang ??

Aku dan naskhah tua ..

Saling sandar menyandar dalam menempuh hidup ..

Aku berterima kasih kepada naskhah tua..

Kerana mengulitku dengan syair-syairnya..

Aku meniti setiap pembayang

Dengan debar menanti maksud

Naskhah tua tertawa

Gelagat muda zaman sekarang

Permainan bahasa sudah jadi luar biasa.

“Cucuku ..bahasa Ibunda kita harta teragung yang kita ada”

Pesan naskhah tua adalah hujan keris

Lembing tepat ke kalbu anak Melayuku

Yang mudah terpukul dan menangis

Aku menikmati  rentak gendang perang

Juga serunai yang mengiring

naskhah tua setiap kali dia

membuka pintu sejarah manusia purbakala

Naskhah tua…

Hatiku terkoyak , patah , relai , hancur

Kadangkala lebur tersiram titis airmata

tatkala menyanyikan harapan sealun denganmu…

Akan kupastikan selagi hela nafas masih diizin Tuhan ..

Harapanmu untuk terus bertahan , pahlawan tuaku.

mata-mata yang berharap untuk bertemu

Denganmu bertahun mendatang

Dengarlah ,

Aku akan menjaga Si Langka ,

Naskhah tua ,

Kerana itu amanahku.

Saksi Bisu

Siapa peduli pada ceritamu hai ombak

Sedang engkau tidak henti lelahnya

Bercerita kepada pantai

Dan engkau pula pantai

Siapa peduli pada halusnya pasirmu

Dipijak-pijak..

Digembur-gembur..

Sebentar berjalan sebentar berlari

Siapa peduli pada sengsara atau derita lama

Yang telah kalian berdua rakamkan

Juga bahagia yang disaksikan

Manusia lebih terkejar-kejarkan

Pandangan cantik berkeping-keping

Daripada duduk sebentar

Mendengar cerita kalian berdua

Hingga sampai ke lubuk nurani terdalam..

Di sana  akan kedengaranlah

suara

Saksi bisu

Hai laut dan pantai

Serulah Saksi bisu

Tanyakanlah segala dengan nuranimu

Bukankah dulu bangsa melayu itu orang laut yang hebat ?

Ceritakanlah kepadaku,.

Tentang Penulis:

Saya dilahirkan di Kemaman , Kuala Terengganu Darul Iman. Kini menetap di Selangor  dan bekerja di Perpustakaan Negara Malaysia , wilayah Persekutuan Kuala Lumpur sebagai Pembantu Pemuliharaan.

Boleh dihubungi :

FB : Petaka Dan Keberuntungan

e-mail : fazlina@pnm.gov.my

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist