Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : Hanif Arsyad Al-Fatihah... surah pembuka Kalam-Mu, aku lantunkan di atas tanah negeri ini, yang hijau oleh subur, namun...
Oleh : Muhammad HafizSiswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Bireun, Aceh Ada masa,di mana setiap langkah terasa seperti menembus duri,dan setiap...
Oleh : Muhammad Hafiz Siswa SMK Negeri 1 Jeumpa, Kabupaten Bureun, Aceh Di sudut bumi Aceh yang permai, Tersembunyi kisah yang...
Oleh Putri Nanda RoswatiSiswa kelas XIII C, SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireun, Bercerita Sendiri Malam iniaku kembali sendiriMerenung menikmati...
Puisi Rasa Pantun Oleh Juni Ahyar Beli bubur pakai ketan,Duduk santai di pinggir sawah.Baru ngetik langsung ditendang,Katanya spam, padahal dakwah.Minum...
Oleh Juni Ahyar Di sini aku rindu,Menata sepi yang kau tinggalkanBukan hanya rindu padamuTapi pada ketenangan yang dulu mengisi malamDi...
Oleh Mustiar Ar Langit Meulaboh menangis perlahan,doa-doa tua tersesat di jalan.Asap kopi dari kedai kecilmenghangatkan luka dan kisah lirih. Tukang...
Oleh: Kang Thohir Jika shohibul hal itu adalah hukumnya makrifat, aku ingin mencintaimu dengan layaknya shohibul hal itu. Aku menjelma...
Oleh Rizky Ardilla Langkahmu mengantarkan cahaya jiwaBergerak merangkak menerangi relung batin anak anak didik Kata-katamu terpilin indah, bijak, dan teraturMengisi...
Dan aku menemui dirimu lagi malam ini. Di tepi pantai, ketika mataku menyapu bintang-bintang di atas sana. Ombak pasang surut...
© 2026 potretonline.com