
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Puisi Religi: Karya Juni Ahyar Kamu berjalan di atas punggungku,Menapak sombong, melupa yang Satu.Di setiap langkah, aku berbisik lirih,“Wahai manusia,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Muslimin Lamongan renik ini masih keliaran sangkalindera sekadar alat tanpa nuranilugas semesta ini adaNyamati logika terkapar rasalabirin mencari sanggah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Juni Ahyar Tuliskan kesedihan di lembar hati,Ketika kata-kata tak mampu lagi menari.Ada rasa yang beku di sela napas,Ada cinta...
Baca SelengkapnyaDetailshttps://youtu.be/B6u8WXVYl5E?si=-IJ5SUtOJW1dMIPu Pulau Pinang, Malaysia – Seorang pemuisi muda berbakat, Muhammad Al-Azim Bin Mohd Effendi, kembali dengan karya terbaharunya berjudul Pesanan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Juni Ahyar Dengarlah kicau burung-burung bernyanyi,Menjemput mentari pagi yang berseri.Langit tersenyum dengan sinar suci,Pertanda pujian pada Sang Ilahi.Alam raya...
Baca SelengkapnyaDetailsBIKIN PUISI LAGI Hari ini aku harus menulissebarisan kata yang keluar dengan sendirinyaApakah ia akan mengumpat atau mencelaAku pun tak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Juni Ahyar Izinkan diriku meluahkan rasa,Maafkan andai hati kau terasa,Biar kuceritakan segala duka,Moga engkau tak ulanginya lagi.Sungguh tak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hamdani Mulya Di kampus Syiah Kuala, cahaya ilmu bersinarProfesor Dayan Dawood, lentera yang menerangi jalanDengan sabar dan bijak, kau...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Bestari Ai -Luka- Luka itu terluka kembali dan mungkin akan membekas di tempat yang sama. selalu menyalahkan diri untuk...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Müslimin Lamongan 1996 seperangkat alat sholat kunikahitanpa rupiah emas permatatikar pandan, piring,cangkir kopi kubawa sertasepeda pancal ikut ritualkamar pengantin...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com