
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Pagi Lebaran Delia Rawanita Takbir bergema sejak semalam Beduk bertalu talu Hari bahagia tiba " Yuk, salat subuh" bisikku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Jonson Efendi Palembang Dari balik jendela kutatap langit awan hitam mengandung hujan. Sebentar lagi rintiknya membasahi bumi menyirami dada...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Padang Arafah perlahan namun pasti kian sepi Para musafir mulai berkemas dan beranjak pergi Singgah di Muzdalifah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia. Idul Adha mengingatkan kisah perjalananmu penuh pertarungan dan duri tertera megah abadi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Bu, Hari ini di tanah tumpah darah ini Di bukit-bukit berbunga mewangi Di kaki-kaki langit menukik tinggi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Hamparan pasir Bukit-bukit berbatu Pohon-pohon kurma Unta dan domba di gurun tandus Sedang memamah daun- daun kering...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Delia Rawanita "Mari menari " sebuah ajakan membahana Dalam sekejap semua di dalam ruangan melenggang ikut irama Mengangguk meliuk...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Di antara hamparan padang pasir dan bukit-bukit berbatu Tatkala untaian doa berpulun-pulun dengan airmata Di luar kemah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Terima Kasih Tuan Kehadiran awal perjalanan cinta berlabuh di dermaga kerajaan janur kuning Berlabuh di sana sekian...
Baca SelengkapnyaDetailsMalaysia Sekiranya pagi ini.. Beribu rintik turun dari awan.. Pintalah setitik .. Buat menikmati kesejukan nikmat pemberian Tuhan... Kerana semuanya...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com