Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

1,007 artikel Diperbarui: 28 Agustus 2026
Filter: Terbaru Terpopuler Pilihan Editor
POTRET Budaya

Gunung Seulawah Agam, Acheh

Oleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum...

Zulia

Oh Zulia. Kurindu dikau Sesaat entah terminal mana singgah Aku lupa entah berapa Zulia pernah kusinggah Hanya cinta...

POTRET Budaya

Puisi Mustiar Ar

Mustiar Ar ATJEH Tanah air mata Merahkan sungai Pada kehidupan religi Tanah air Atjeh di pusar jaman Perseteruan...

POTRET Budaya

Gelisah Di Hamparan Sawah

Oleh Tabrani Yunis   Dari hamparan sawah luas terbentang Nyanyian pilu padi  bunting Senandungkan lagu tanah kering Diikuti...

POTRET Budaya

Kutangkap Kelam

Oleh Tabrani Yunis Dalam kelam Lengang mencekam malam temaram Kugenggam kalam Kulumat lembaran-lembaran kusam Menyibak selaksa rahasia alam...

POTRET Budaya

HUJAN KALBU

  Setiap sudut jalan menggenangan resah laju langkah susuri teduhan nan kutemui di matamu mengajak aku berlari-lari lalu...

POTRET Budaya

Pengembara

Oleh Tabrani Yunis Dari liang-liang sempit gelap gulita Kala ovum dan sperma bercinta Atas kehendak sang Pencipta Kun...

Malaysia

Sunyiku Mengeja Langkah Kemarin

– Ali Hamzah, Aceh *Hujan meninggalkan basah* *sebagai noktah* *mega harus dibaca,* *ayat terakhir senja* *ditunggu debu,* *daun...