Gunung Seulawah Agam, Acheh
Oleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum...
DI SUATU TEMPAT Ali surakhman ts Di laut-Mu aku bukan apa-apa Di daratan-Mu aku hanya kepingan belaka Di...
Oh Zulia. Kurindu dikau Sesaat entah terminal mana singgah Aku lupa entah berapa Zulia pernah kusinggah Hanya cinta...
Mustiar Ar ATJEH Tanah air mata Merahkan sungai Pada kehidupan religi Tanah air Atjeh di pusar jaman Perseteruan...
Oleh Tabrani Yunis Dari hamparan sawah luas terbentang Nyanyian pilu padi bunting Senandungkan lagu tanah kering Diikuti...
Oleh Tabrani Yunis Dalam kelam Lengang mencekam malam temaram Kugenggam kalam Kulumat lembaran-lembaran kusam Menyibak selaksa rahasia alam...
Setiap sudut jalan menggenangan resah laju langkah susuri teduhan nan kutemui di matamu mengajak aku berlari-lari lalu...
Oleh Tabrani Yunis Dari liang-liang sempit gelap gulita Kala ovum dan sperma bercinta Atas kehendak sang Pencipta Kun...
– Ali Hamzah, Aceh *Hujan meninggalkan basah* *sebagai noktah* *mega harus dibaca,* *ayat terakhir senja* *ditunggu debu,* *daun...