Sajak-Sajak Kopi
“Cawan kopiku retak” Siapakah petualang cinta di secangkir kopi Yang aku pesan Kopi espresso Yang kau buat kopi...
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
“Cawan kopiku retak” Siapakah petualang cinta di secangkir kopi Yang aku pesan Kopi espresso Yang kau buat kopi...
Puisi Nasrizal Di sini aku berdiri Bersujud bersimpuh memuja Mu ya Rabbi Di sini aku bemohon Meminta,menadahkan tangan...
-untuk kakanda Tabrani Yunis Nik Mohd Hafiz Abdullah Andai aku lewat pulang Kuncilah pintu tiba kelam Jangan takut,...
Oleh : *Ali Surakhman TS * Dari pandang mata cahaya berkilau berbinar-binar merasuk sukma dalam indahnya cemerlang Dalam...
Zulkifli Abdy Tuhan.., Tak pernah mengenal lelah hati ini mencintai Mu Kendati harapku tergayut di tiang waktu...
Oleh Alkhair Aljohore Malaysia Aku hanya seorang penulis, penyair jalanan, gelandangan punyai wawasan mau mengkritik kebobrokan kepimpinan Ironisnya,...
Oleh Zulkifli Abdy Buruh, pahlawan devisa bagi negara Tanpamu bangsa ini bukan apa-apa Maju bersama kebangkitan Indonesia Laksana...
Oleh :Ali Surakhman TS Bagi : Nurhidayah Resky Cakrawala budaya dalam bintik-bintik puisi hikmat menembus benang...
MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia Fajar Syawal tersenyum si jelita bidadari syurga di jendela tebarkan sinar...