Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin. Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh : Zab Bransah Hari ini janji dari penjanjian empat puluh empat hari pada perjanjian Untuk oksigen pada...
Oleh Tabrani Yunis Kembalikan malam pada malam Biarkan gelap menggumpal dan kelam Biarkan bulan menebarkan senyum Agar malam...
Di Ujung Pematang Di ujung pematang engkau menyapaku… Di ujung …kau memangkilku… Putih di antara burung pipit Beterbangan...
Jauh sebelum hari ini Kita adalah sepasang mimpi yang memiliki tujuan sama Hingga pada akhirnya, Janji-janji yang...
Gerik Pintu Bambu Pada suatu pagi Aku berjalan jalan Hingga ke lorong -lorong sepi Kedengar dan kulihat...
Mustiar Ar DOA SEORANG PELACUR Seorang perempuan muda Di hempas terik Pada jalan mendaki Mimpinya sekerat rupiah Bagi...
BISIK ALAM Angin bertiup Awan berarak dalam keheningan Hujan rintik bercucuran memberi kenikmatan Fa bi aiyyi ala irabbikuma...
DIAM Waktu menguji dengan perpisahan jarak menguji dengan rindu air mata adalah hujan ikhlas jatuh di dada jika...