Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Fajar Budaya dan seni tidak lagi hadir memberi kesejukan bagi jiwa yang dahaga, sebab budaya dan seni materialisme sudah...
Karya : Syeratun Zahraini Sesosok primadona yang begitu indah Bagaikan permata biru kemerahan Aroma padma yang senantiasa melekat Diibaratkan prameswari...
Zulkifli Abdy Rembulan.., Tiba-tiba saja aku merasa kehilangan ketika kutahu engkau tak menyapa Ingin rasanya aku memandang Bahkan bila mungkin...
Sang Penyair Oleh Nesa Arya Mahasiswa Indah bukan suara itu, Yang selalu kudengar di setiap waktu Yang selalu kudengar di...
Usfa Sri Rezeki Malam begitu pekat terasa amat penat Tak biasa nya... Seakan semuanya makhluk diam Tak berani bersuara...
Oleh Zulkifli Abdy Airmata berlinang di Tamiang Tatkala banjir tiba-tiba datang Hujan turun, air pun menggenang Bagai hendak tenggelamkan asa...
Zulkifli Abdy Ini bukan puisi Hanya sekadar cerita Bencana terjadi di mana-mana kita masih menganggap itu biasa Ada gempa dan...
LARA Tatkala pagi menepi nadi kehidupan pun nyeri ada yang menangisi kemarin telah terlanjur berdusta pada batin ada jiwa dalam...
Oleh Maisara siswa MAN 4, Trienggadeng. Pidie Jaya Roda kehidupan kian menampakkan diri Laksana mentari menyinari jagat raya Penat...
Mahasiswa Prodi Kimia, FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Munafik Kau sering berkata-kata, tapi semua katamu itu adalah munafik...
© 2026 potretonline.com