
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Mustiar Ar ...
Baca SelengkapnyaDetailsBULAN DI PUNCAK MALAM (Khayalis: Syam S) Bulan di puncak malam Basah, basah, basah Basah hatiku Indah, indah, indah Indah...
Baca SelengkapnyaDetailsSavitri Jumiati Kopi itu Kelat kureguk Kucari bayangmu Ah, rindu Kau beku Waktu kian berlalu Kembali hujan bertamu Oktober bermukim...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Asep Perdiansyah Pergi berpamitan oleh keluarga Untuk menyaksikan pertandingan bola Dengan penuh semangat menggelora Mendukung team tercinta Hasil...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Anak nelayan jadi saksi pagi Minggu Getaran gelombang cobaan dari pencipta Kesaksian itu nyata Bola api terpancar...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Perjalanan Merupakan nasib anak manusia Keberadaan cinta kasih menepi di malam Walau malam itu penuh misteri Ada...
Baca SelengkapnyaDetailsHUJAN…AKU RINDU Tuhan tidak pernah salah memilihmu hadir dalam hidupku Menggores warna cinta serta rindu yang berdegup deru tiada...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Alya Amira Asshifa Al-qur'an... Kau sangat mulia Bahasamu sangat menakjubkan Membuatku semangat dalam menghafal Memang sulit untuk menghafalmu Sulit...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tgk.Bukhari Ingin kutulis sepatah kata Untuk semua guruku tercinta Sekalipun kata itu tidaklah seberapa Dibanding jasamu yang tiada tara…...
Baca SelengkapnyaDetailsMustiar Ar Kaki penuh percaya diri Hidup bukan persepsi,melangkahlah Wujudkan mimpi Hadapi semua dengan senyum Ikuti apa kata hatimu Buang...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com