Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
tak terhingga  sudah sedemikian dalam keadaan yang harus berterima sampai tak lagi menatap cermin menuju ruang berikutnya dan tak...
Oleh Tabrani Yunis Pagi ini kita beruntung Di langit mendung menggulung Rendah tak begitu tinggi membumbung Berkejaran sambung menyambung...
"Cawan kopiku retak" Siapakah petualang cinta di secangkir kopi Yang aku pesan Kopi espresso Yang kau buat kopi depresso Aku...
Puisi Nasrizal Di sini aku berdiri Bersujud bersimpuh memuja Mu ya Rabbi Di sini aku bemohon Meminta,menadahkan tangan ,kepada Mu...
-untuk kakanda Tabrani Yunis Nik Mohd Hafiz Abdullah Andai aku lewat pulang Kuncilah pintu tiba kelam Jangan takut, sayang Bukankah...
Oleh : *Ali Surakhman TS * Dari pandang mata cahaya berkilau berbinar-binar merasuk sukma dalam indahnya cemerlang Dalam pandang mata...
Zulkifli Abdy Tuhan.., Tak pernah mengenal lelah hati ini mencintai Mu Kendati harapku tergayut di tiang waktu Cinta ini...
Oleh Alkhair Aljohore Malaysia Aku hanya seorang penulis, penyair jalanan, gelandangan punyai wawasan mau mengkritik kebobrokan kepimpinan Ironisnya, ada aneka...
Oleh Zulkifli Abdy Buruh, pahlawan devisa bagi negara Tanpamu bangsa ini bukan apa-apa Maju bersama kebangkitan Indonesia Laksana bahtera di...
 Oleh :Ali Surakhman TS  Bagi : Nurhidayah Resky Cakrawala budaya dalam bintik-bintik puisi hikmat menembus benang merah cahaya...
© 2026 potretonline.com






