Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
-untuk kakanda Tabrani Yunis Nik Mohd Hafiz Abdullah Andai aku lewat pulang Kuncilah pintu tiba kelam Jangan takut, sayang Bukankah...
Oleh : *Ali Surakhman TS * Dari pandang mata cahaya berkilau berbinar-binar merasuk sukma dalam indahnya cemerlang Dalam pandang mata...
Zulkifli Abdy Tuhan.., Tak pernah mengenal lelah hati ini mencintai Mu Kendati harapku tergayut di tiang waktu Cinta ini...
Oleh Alkhair Aljohore Malaysia Aku hanya seorang penulis, penyair jalanan, gelandangan punyai wawasan mau mengkritik kebobrokan kepimpinan Ironisnya, ada aneka...
Oleh Zulkifli Abdy Buruh, pahlawan devisa bagi negara Tanpamu bangsa ini bukan apa-apa Maju bersama kebangkitan Indonesia Laksana bahtera di...
Oleh :Ali Surakhman TS Bagi : Nurhidayah Resky Cakrawala budaya dalam bintik-bintik puisi hikmat menembus benang merah cahaya...
MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia Fajar Syawal tersenyum si jelita bidadari syurga di jendela tebarkan sinar pagi bagai...
RAMADHAN DI TAPAL BATAS Zulkifli Abdy Lama aku mematut rona senja yang terasa kian melambat Dan orang-orang yang tengah berpuasa...
Puisi Zab Bransah Kehadiran cinta Bermula awal doa kasih pengasih Kahadiran indah bersama cinta Rindu kasih setiap anak manusia dia...
Sesungguh Kita Merugi Delia Rawanita Demi kuda yang berlari kencang Menerbangkan debu di sepanjang derap langkah kaki yang mengeluarkan percikan...
© 2026 potretonline.com