
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Yanz Hamzah Melihat gunung ganang yang kehijauan Melihat air sungai yang mengalir jernih Melihat indah langit yang berwarna...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Alkhair Aljohore Perak,MalaysiaPerak,Malaysia i/ Cinta, adalah sebua harta yang sangat bernilai lebih dari emas tidak terkira ii/ Persahabatan, Adalah...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh MOHD ADID AB RAHMAN Melaka, Malaysia Menatap ke masa lampau yang tak lagi terjangkau air mataku merembes tak tertahan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zab Bransah Langsa Aceh Indonesia Jiwa ini kerinduan bersemayam kisah antara dua batas selat Malaka antara Kuala Langsa Tiap...
Baca SelengkapnyaDetailsRosli K. Matari Kelantan, Malaysia bangunlah, lagikan angin dalam dingin menunggu muazin bergetar mendengar azan takbir pada Tuhan bangunlah, lagikan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkiflli Abdy Puasa, menahan hawa nafsu berserah diri Tadarus, nyanyian Qurani penyejuk hati Lailatul qadar, semilir angin surgawi, yang...
Baca SelengkapnyaDetailsSajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa Lhok Nga gadis yang menggerai rambutnya menyebar wewangian kayangan di matanya ada figurasi dunia lihatlah,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Silpa.., Mungkin engkau bertanya, mengapa aku tidak membawamu sampai ke tapal batas kembara ini Dan menghabiskan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Ingin aku menyingkap tabir Ramadhan beranjangsana syahdu bersamanya selama sebulan bertabur rahmat, ampunan dan itqum minannar Menjemput...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Senja semakin genit menjelang mentari pamit di kaki langit Aku menyambangi Sarinah yang bukan lagi wanita seperti...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com