Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Tabrani Yunis Dalam kelam Lengang mencekam malam temaram Kugenggam kalam Kulumat lembaran-lembaran kusam Menyibak selaksa rahasia alam Kian tak...
Setiap sudut jalan menggenangan resah laju langkah susuri teduhan nan kutemui di matamu mengajak aku berlari-lari lalu terhenti saat...
Oleh Tabrani Yunis Dari liang-liang sempit gelap gulita Kala ovum dan sperma bercinta Atas kehendak sang Pencipta Kun faya kun,...
- Ali Hamzah, Aceh *Hujan meninggalkan basah* *sebagai noktah* *mega harus dibaca,* *ayat terakhir senja* *ditunggu debu,* *daun pergi dalam...
Senyum Zulia. * Zab Bransah Penuh makna senyummu Zulia cinta Bersemi cinta Izinkanlah kutatap dirimu Zulia semakin galau diri ini...
Pilihan Hidup Kehidupan adalah sebuah pilihan Hidup selalu dihadakan sebuah pilihan Mau pilih kebaikan atau keburukan Mau pilih belok...
Camar Menata langkah di langit biru Bersama awan lantunkan doa Menangis pilu meraung luka Menjerit meratap bumi berlalu Bangkit...
Alkhair Aljohore@ Johor,Malaysia Aku orang tuhan Lagakku seperti Orang hutan Aku orang tuhan Lagakku sepertii ayam jantan Aku orang...
Indah Mayasari Bener Meriah, Aceh Kadang ketika lelah mendera dan kulihat indahnya bunga Kukatakan, mengapa aku tak jadi...
Zab Bransah Permata hati Bahagia atas kehadiran dirinya dia permata hati Belahan jiwa penyejuk setiap haus berpanasan Ananda dirinya bukan...
© 2026 potretonline.com