Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Jauh sebelum hari ini Kita adalah sepasang mimpi yang memiliki tujuan sama Hingga pada akhirnya, Janji-janji yang terapung tanpa...
Gerik Pintu Bambu Pada suatu pagi Aku berjalan jalan Hingga ke lorong -lorong sepi Kedengar dan kulihat kakek tua...
Mustiar Ar DOA SEORANG PELACUR Seorang perempuan muda Di hempas terik Pada jalan mendaki Mimpinya sekerat rupiah Bagi mulut mungil,...
BISIK ALAM Angin bertiup Awan berarak dalam keheningan Hujan rintik bercucuran memberi kenikmatan Fa bi aiyyi ala irabbikuma tukazziban Nikmat...
DIAM Waktu menguji dengan perpisahan jarak menguji dengan rindu air mata adalah hujan ikhlas jatuh di dada jika sudah terangkai...
Oleh Alkhair Aljohore Namamu cukup menawan Sejuk mata memandang Rindu membelai jiwa. Yang kutunggu selendang tali kerabatmu belum kesampaian Ntah...
DI SUATU TEMPAT Ali surakhman ts Di laut-Mu aku bukan apa-apa Di daratan-Mu aku hanya kepingan belaka Di angkasa-Mu aku...
Oh Zulia. Kurindu dikau Sesaat entah terminal mana singgah Aku lupa entah berapa Zulia pernah kusinggah Hanya cinta berulang ulang...
Mustiar Ar ATJEH Tanah air mata Merahkan sungai Pada kehidupan religi Tanah air Atjeh di pusar jaman Perseteruan takhta Atjeh...
Oleh Tabrani Yunis Dari hamparan sawah luas terbentang Nyanyian pilu padi bunting Senandungkan lagu tanah kering Diikuti denting pucuk-pucuk...
© 2026 potretonline.com