Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore@ Usah malu dan ragu wahai perempuan, berekpresi dan berinteraksi bersama alam semesta Wahai perempuan yang tegar, Janganlah...
Oleh; Zulkifli Abdy Dari tapal batas, demi bangsa dan tanah air Dia pun berlari melintasi badai dan aral melintang...
Penulis : Tri Ayuni Lihat batang kayu menjadi abu Rupa daun menjadi layuh Torehan tinta habis dalam buku Bagai umur...
Oleh Tabrani Yunis Dik Ini sajian makan malam ini sajian istimewa Buat kita Coba cicipi dengan hati Mungkin ada getir...
Oleh Tabrani Yunis Matahari berlari mengitari pagi Sendiri Kala embun jatuh berseri-seri Mengiringi derap langkah nan menari-nari Membawa pesan penuh...
Oleh Tabrani Yunis Ketika kaki masih mampu melangkah Tuntunlah pada jejak langkah Yang membawa berkah Berwarna hikmah Ketika kaki...
Oleh Zulkifli Abdy Seulawah di pagi yang basah Rembulan tampak kesiangan Oh, rerumput berselimut kabut Embun sembunyi di balik...
Oleh Tabrani Yunis Dik, Alhamdulilah Puji syukur kupersembahkan pada Allah Malam ini kunikmati berkah Pada sajian malam nan istimewa...
Oleh Cindy Amelia Vega Di cakrawala jauh, langit menyebar Layaknya kehidupan yang mengalir tanpa henti. Warna berubah sesuai dengan sifat...
Elite masih sibuk dengan politik Dolar kini cenderung menaik Rupiah semakin menukik Rakyat menjadi panik Israel-Iran konflik Gaza melirik...
© 2026 potretonline.com