Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah) Menulis puisi esai adalah pengabdian yang lahir dari panggilan cinta....
/1 Jejak di Tanah dan Jejak di Jiwa Oleh *Leni Marlina* Di antara jejak tanah, ada bisikan langkah yang...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Generasi Z (Gen-Z) di Indonesia adalah kelompok demografis yang cukup besar....
Oleh Sudarjo Abd. Hamid Putik mekar beraneka warna di tengah taman, bersorak ria penuh tawa, menderma harap untuk sebuah kepastian....
Leni Marlina isB* /1/ The Unheard Cry Poem by *Leni Marlina* That cry lies buried deep in the belly of...
Oleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Perjuangan menyatukan anak-anak dengan keluarga di Gaza sangat penting. Banyak anak...
Oleh: Umi Hanin Perempuan yang kusebut ibu itu lincah menanak dan meracik kepul asap bermuara pada dinding langit...
Jakarta – Potretonline.com- Pulo Lasman Simanjuntak, seorang penyair yang telah lama menggeluti dunia sastra, kembali mencuri perhatian para pecinta...
Oleh Thomas Krispianus Swalar Samudra raya adakah kau dengar Rintihan hati mendamba, dalam kelam pekatnya malam Sunyi, bidukku terombang...
Oleh Ekozapetra Dua puluh dua tahun berlalu, Jejakmu terukir dalam waktu, Potret, majalah penuh makna, Mengabadikan kisah, membawa cahaya. Setiap...
© 2026 potretonline.com