
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Thomas Krispianus Swalar Samudra raya adakah kau dengar Rintihan hati mendamba, dalam kelam pekatnya malam Sunyi, bidukku terombang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ekozapetra Dua puluh dua tahun berlalu, Jejakmu terukir dalam waktu, Potret, majalah penuh makna, Mengabadikan kisah, membawa cahaya. Setiap...
Baca SelengkapnyaDetailsIlustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina "Tangis yang Tak Terdengar". Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-10 Assisted by AI....
Baca SelengkapnyaDetailsRUMAH DUKA, SAJAKKU MENGALIRKAN GENANGAN AIR MATA rumah duka di sini sajakku mengalirkan genangan air mata sepi terkunci rapi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Gunawan Trihantoro (Sekretaris KEAI Provinsi Jawa Tengah) Di jalan raya yang membentang bisu, Tangerang-Merak menjadi saksi kelabu. Asa...
Baca SelengkapnyaDetailsL K Ara Monolog: Di Bawah Kubah Baiturrahman (Seorang lelaki tua berdiri di tengah Masjid Raya Baiturrahman, mengenakan baju gamis...
Baca SelengkapnyaDetailsJAKARTA – Potretonline.com- Penyair Aceh Faridha meluncurkan buku Suatu Waktu, Suatu Ruang, Ketika Hati Menyentuh Kata di Pusat Dokumentasi...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi LK.Ara (Aktor berdiri di tengah panggung, menghadap ke arah penonton. Cahaya lembut menerangi, suara gemericik air terdengar di latar...
Baca SelengkapnyaDetailsL K Ara *(Seorang Perempuan berdiri di tengah panggung, mengenakan pakaian tradisional Aceh. Di tangannya tergenggam rencong kecil. Wajahnya penuh...
Baca SelengkapnyaDetailsL.K. Ara: BALADA ANAK DAN PADANG PADI Di kaki langit yang biru membentang, Seorang ayah memegang tangan, Jemari kecil, jemari...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com