HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

Sandaran yang Patah

Kapankah?

Oleh Asmaul Husna Inong literasi Besi yang kokoh Tertancap kuat di balik tanah Batu mencengkram adukan semen  pasir yang menyatu enggan terpisah Takkan lekang, takkan goyang, dan takkan hilang Titian panjang tempat berlalu Menyambung asa merakit persaudaraan Hijau membentang selaksa pandangan Ranum wangi semerbak kesturi Pipit menari di sela senja Bulir padi kian merunduk Pertanda panen segera tiba Menebar harapan dan rentetan rencana Seragam baru yang akan diganti...

Page 1 of 94 1 2 94

HABA Mangat