Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: Syarifudin Brutu Di beranda ini, tanah masih menyimpan sisa bah Lembab oleh air mata yang belum sempat mengering Namun...
Turut Berduka atas Wafatnya Ayatollah Khomeini. Oleh Ilhamdi Sulaiman. seperti doa yang jatuh di antara peluru,tapi mampu bertahan di dada...
Hinaan Menjadi Semangat Bolehkah aku berceritabercerita tentang aku di masa lampauyang ketika masih kecil aku ingin menjadi dewasakarna kupikir orang...
Siswa Kelas XII C SMA Negeri 1 Peudada, Kabupaten Bireun, Aceh Pesona Cinta Haru Debu mengapa berkata ditelinga mereka para...
Oleh Asmaul Husna Inong literasi Besi yang kokoh Tertancap kuat di balik tanah Batu mencengkram adukan semen pasir yang menyatu enggan terpisah Takkan lekang, takkan goyang, dan takkan hilang Titian panjang tempat berlalu Menyambung asa merakit persaudaraan Hijau membentang selaksa pandangan Ranum wangi semerbak kesturi Pipit menari di sela senja Bulir padi kian merunduk Pertanda panen segera tiba Menebar harapan dan rentetan rencana Seragam baru yang akan diganti...
Oleh Tabrani Yunis Hujan pagi ini Datang lebih dini Sebelum mentari meniti hari Mengikis embun jatuh ke bumi Kini mentari...
anto narasoma o, bukan sekadar wujud yang saling berjajar satu sama lain karena jari-jari dari berbagai bentuk,selalu menyapa kecantikanmuyang tercatat...
MENGENANG IBUDelia Rawanita Perlahan kususuri rumah iniBegitu lama tak berpenghuniTampak debu menebar pengap tanpa cahaya Ku teruskan langkah iniMenuju ke...
Oleh Tabrani Yunis Dik Mari duduk merapat sejenak Tataplah mataku dan lihatlah Adakah pandangan dan penglihatanku masih lurus atau membengkok...
Oleh Mustiar Ar Ia Aceh, lahir dari tanah yang tak suka tunduk.Langkahnya ditempa ombak dan doa panjang.Ia diam bukan karena...
© 2026 potretonline.com