
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Alkhair Aljohore Kami menulis bukan menunjukKami menulis untuk fahamKata datang dari sunyiBukan dari dada sombong Ilham itu bukan milikHanya...
Baca SelengkapnyaDetailsHalte Kita terus mencari perhentian semu padahal hakikat diri kita ialah temu Manusia selalu menjelma sebuah pisau yang memiliki dua...
Baca SelengkapnyaDetailsSajak Pamflet Marlin Dinamikanto sebenarnya aku mau tiduristirahat di pembaringandengar lagu Lullabybiar hati tenangseperti daun yang jatuhdipeluk anginhanyut ke telaga...
Baca SelengkapnyaDetailsilustrasi istimewa anto narasoma bagian I)pada perjalanan malam,Kau kenalkan cahaya iman yang tak terukur dari jarak ke jarak sebab,dari kecepatan...
Baca SelengkapnyaDetailsSesap AsapCut Putri Dinata (Inong Literasi) Belakang rumah kita tanah terhamparTak ada semakLenyap belukarDisesap asapApi meranggas, melebar diterbang anginLangit kelabu.Bukan...
Baca SelengkapnyaDetailsRETAK HATE Gulita memeluk malam dengan sabar,jangkrik mengalun seperti doa kecil.Panyot berkelip di sudut rumah,menahan letih cahaya yang tersisa.Azan subuh...
Baca SelengkapnyaDetailsLimpahan rahmat- Mu Genggamlah ikrar inihanya satuhanya Esatidak menyerupai benda lain Dakaplah di dadamuucapan tiada tuhan hanya AllahNabi Muhamad Rasullullahpenghulu...
Baca SelengkapnyaDetailsTetek: Simbol yang Diperebutkan Tetek di dada ibusimbol kehidupan anak. Tetek di dada gadis ranumsimbol kedewasaan. Tetekmusimbol keperempuanan,karena hanya perempuanyang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh anto narasoma menggali makna banjir,aceh seperti tabung besar yang menampung air mata, pikiran, dan bercak-bercak tsunami dalam sujud terakhir...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ilhamdi Sulaiman. (Sesungguhnya Aku akan mengumpulkan kembali tulang belulangmu yang tercecer dan menyempurnakannya.”Al Qiamah Dalam hisab aku menyaksikanumat berbaris...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com