
Honorarium Jiwa Nukilan: M. Perindu Seni Sekeping hati suci Hargai sekalung budi Mentafsir fikir muhasabah diri Mendidik erti makna syukur...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Haliling Mau heran tapi ini Negeri Sine Qua Non. Dari yang kupahami, kurang kreatif apalagi negeriku ini. Sejak dalam...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Gunawan TrihantoroSekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah Di balik pintu kayu yang mulai lapuk,seorang lelaki berdiri tegak,dengan tangan kasar...
Baca SelengkapnyaDetailsRefleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (2) Oleh Gunawan TrihantoroSekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah Di sudut pasar yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Anto Narasoma Wajah tua Pak Momo terlihat kuyu dan pucat. Ia tampak lelah. Karena usianya yang sudah memasuki tahapan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Gunawan TrihantoroSekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah Pada periode 1880-1962, Risadju menjadi anggota Partai Syarekat Islam Indonesia (PSII) cabang...
Baca SelengkapnyaDetailsBuka Puasa Pertama Buka puasa pertamaBersama pelengkap tulang rusukCinta yang membentuk khusyuk Tangan yang begitu cekatanMenyajikan hidangan sepuncak nikmatSepuncak khidmat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ririe Aiko (Berdasarkan kisah nyata Supandi, seorang guru honorer di Sukabumi yang hanya digaji Rp192.000 per bulan, namun...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Ririe Aiko Di negeri yang kaya raya,Rakyatnya milih kabur entah kemana.Bukan karena tidak cinta,Tapi karena sadar,Cinta tanah air,Nggak...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Mila Muzakkar (Puisi Esai ini mengangkat kisah perempuan yang mengalami depresi hingga bunuh diri karena menjadi korban pinjaman online/pinjol)...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com