
Oleh Hendriyatmoko Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora Namaku Heru. Sejak SMA, hidupku tak pernah lepas dari...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh HendriyatmokoGuru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Kabupaten Blora Ratih duduk di bangku taman kampus, menatap layar ponselnya yang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Yoss Prabu Saya pernah didatangi seorang teman yang curhat tentang teman sekantornya, sesama wanita. Sebut saja teman saya itu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hendriyatmoko Guru SMK Muda Cepu dan (Anggota Satupena Kabupaten Blora) Matahari sudah sepenggalah saat Lena selesai membantu ibunya memanen...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh HendriyatmokoGuru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora Langit sore itu kelabu, seperti hatinya. Angin meniup ranting-ranting basah, membuat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hendriyatmoko(Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora) Ronald menatap jendela ruang kerjanya yang dibasahi hujan. Sudah larut, namun...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani (True Story) Malam itu, langit Desa Antibar seperti ikut berkabung. Tidak ada bintang. Tidak ada angin. Hanya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hendriyatmoko Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora Taman Seribu Lampu malam itu tak hanya diterangi cahaya lampu...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Joko Mulyono, S.Pd.(Guru SMK Muda Cepu dan Anggota Satupena Blora) Langit Cepu mulai berwarna jingga saat Angga menatap poster...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Wak Dalek dan Wan Dollah kembali ngopi. Pagi tadi, dua pensiunan yang udah aki-aki ini ngopi di...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com