Bagian 2 Oleh Asmaul Husna Inong Literasi Semilir angin malam bertiup lembut membelai jiwa-jiwa yang terlelap. Temaram cahaya bintang di...
Read moreDetailsOleh : Isya FakrianiTaruni Kelas X APAT SMK Negeri 1 Jeunib, Bireuen Pagi itu terasa berbeda. Udara di sekolah seperti...
Read moreDetailsOleh Rosadi Jamani Ini cerpen pertama saya di Februari 2026. Cerpen berdasarkan kisah nyata (based on true story). Kisah seorang...
Read moreDetailsOleh : Hurriyatuddaraini(Inong Literasi) “Abang…rindu…” Suara Nadia patah di tenggorokan. Ia berdiri di ambang pintu rumah mungil mereka, jerit hatinya...
Read moreDetailsOleh : Mustiar Ar Pasar Peunayong pagi itu hidup oleh suara orang-orang yang berjuang dengan caranya masing-masing. Amir berdiri di...
Read moreDetailsOleh Asmaul HusnaInong Literasi Gundukan tanah merah itu masih basah. Kicauan burung sesekali terdengar, seolah mendendangkan simfoni kesedihan atas sebuah...
Read moreDetailsDemi Anak Cucu By Asmaul HusnaInong Literasi Fajar berdiri terdiam di hadapan tumpukan gelondongan kayu. Pohon-pohon yang dulu tegak dan...
Read moreDetailsOleh Asmaul HusnaInong Literasi Purnama yang dahulu dirindukan telah lama menghilang, tergantikan sabit yang malu-malu bersembunyi di balik awan. Desir...
Read moreDetailsOleh Alya Azzahra Senja menyelimuti langit dengan warna kuning keemasan, seperti goresan kuas raksasa yang digerakkan perlahan oleh tangan tak...
Read moreDetailsKarya Rasya RamadhaniSiswa SMAN 1 LHOKSEUMAWE Hujan terus mengguyur, membasahi bumi Serambi Mekah yang kini berubah menjadi lautan luas. Sungai-sungai...
Read moreDetails