Oleh : Din Saja Kita mulai saja diskusi ini dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa itu proses, apa itu kreatif, apa pula yang dimaksud dengan proses (yang)...
Baca SelengkapnyaMedia Perempuan Kritis dan Cerdas
Oleh : Din Saja Kita mulai saja diskusi ini dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa itu proses, apa itu kreatif, apa pula yang dimaksud dengan proses (yang)...
Baca SelengkapnyaOleh Muhammad Maskur (tentang seorang anak yang ingin menjadi “asing” demi meraih sesuatu yang lebih besar dari sekadar...
Baca SelengkapnyaTidak semua jurusan yang diremehkan itu salah. Kadang, justru di situlah kebutuhan terbesar berada—hanya saja belum banyak yang...
Baca SelengkapnyaOleh: Tgk. H. Erli Safriza Al Yusufiy, Lc. (Dosen STAI Aceh Selatan & Pimpinan Dayah Babussaadah) Dalam dinamika pemikiran Islam kontemporer, kita seringmenyaksikan kecenderungan memahami agama secara parsialatau sepotong-sepotong. Ada kelompok yang hanya terpakupada keindahan sastra Al-Qur’an (Tafsir), ada yang hanyafanatik pada riwayat (Hadis), dan ada pula yang terjebak dalambelantara logika hukum (Usul Fiqh). Padahal, dalam arsitektur ilmu syariat, pemisahan ketiga disiplinini secara kaku adalah sebuah kekeliruan epistemologis.Ketiganya bukanlah kamar yang terisolasi, melainkan satu”sirkuit intelektual” yang saling mengikat. Tanpa integrasiketiganya, bangunan hukum Islam akan kehilangankeseimbangan. Satu Teks, Tiga Dimensi Analisis Untuk memahami bagaimana interkoneksi ini bekerja, mari kitaambil contoh sederhana namun fundamental: perintah salatdalam ayat “Aqimush Shalah” (Dirikanlah salat). Bagaimanaseorang sarjana muslim merumuskan perintah ini menjadisebuah kewajiban yang praktis? Pertama: Matra Tafsir (Mencari Makna) Pisau analisis Tafsir bekerja di level semantik atau bahasa. Iamembedah apa itu Aqimu dan apa itu As-Shalah. Tafsirmembuka pintu pemahaman tentang “apa” yang diinginkanTuhan. Namun, di level ini, teks masih bersifat global (mujmal).Kita tahu ada perintah, tapi kita belum tahu bagaimana caraoperasionalnya. Kedua: Matra Hadis (Mencari Model)...
Baca SelengkapnyaOleh Yani Andoko Siang Bolong Yang Terik Dan Sebuah Bom Waktu Tak terbayangkan di sebuah ruangan sempit seluas...
Baca SelengkapnyaOleh Denny JA Malam itu, di sebuah ruang doa kecil di Roma, lilin-lilin menyala pelan. Seorang imam tua...
Baca Selengkapnya. Oleh: Tgk. H. Erli Safriza Al-Yusufiy, Lc. (Pimpinan Dayah Madinatuddiniyah Babussaadah & Ketua HUDA Aceh Selatan) Bahasa...
Baca SelengkapnyaOleh ReO Fiksiwan „…sebuah publik yang mencoba hidup tanpa kritik, dan hanya mengklaim tahu apa yang disukai, akan...
Baca SelengkapnyaMedia sosial di era digital tidak hanya mempercepat arus informasi, tetapi juga berkontribusi terhadap munculnya prasangka melalui penyebaran...
Baca Selengkapnya