Dengarkan Artikel
Oleh Fakhrulsyah Mega
Saat itu 29 – 31 Desember 2004, Saya bertemu sahabatku yanh sedang dalam kedukaan mendalam, mengajak beliau jalan-jalan mencari istri dan anak-anak tercinta di setiap posko dan atau tenda-tenda pengungsi gempa dan tsunami. Kami juga menelusuri kawasan rumah yang sudah tinggal puing-puing, menemukan foto-foto / potret keluarga yang bermakna.
Kami melintasi kawasan Kajhu, di mana kantor POTRET dan CCDE berdiri di jalan Laksamana Keumalahati, Kajhu, Aceh Besar. Melewati puing kator POTRET yang rata dengan tanah yang pada 11 Januari 2003 diluncurkannya majalah POTRET yang kemudian sebagai media komunikasi dua arah yg digagas sahabatku Tabrani.
📚 Artikel Terkait
Alhamdulilah kehadiran “POTRET” sudah 22 tahun mewarnai media publik Aceh dengan ciri khasnya cover Aneuk Dara Aceh dan jurnalis warga yang juga ada kolom bahasa Inggris.
Saya selalu diajak untuk mengisi ruang media “POTRET” oleh sahabat saya, selaku Pemimpin Redaksi, yang sampai saat ini belum satupun tulisan saya sampai ke meja redaksi. Ini menjadi “PR” saya yang harus segera saya “tunaikan”. Saya hanya sempat mengisi sesi latihan / workshop jurnalis warga (perempuan) yang menjadi “reporter” POTRET. Ini satu-satunya media yang membuka ruang partisipasi rakyat dalam reportase.
Saya bangga pada sahabat saya, Tabrani dalam keadaan duka mendalam kembali bangkit dengan gagasan media POTRET dan terus memberdayakan kaum perempuan Aceh. Selamat atas 22 tahun lahirnya POTRET, yang dalam era digital menjadi “POTRETONLINE” terus menjadi media jurnalis warga kaum perempuan dan kelompok marginal. Sukses Brader Tabrani Yunis
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






