POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

RedaksiOleh Redaksi
December 28, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

 

PADANG PANJANG—Potretonline.com1 Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang secara resmi meluncurkan buku antologi puisi bertajuk “Negeri Bencana” karya 100 penyair dari berbagai penjuru Indonesia, Sabtu (28/12/2024), di komunitas itu.

Peluncuran Negeri Bencana diawali dengan pemutaran film dokumenter berdurasi empat menit yang menggambarkan berbagai peristiwa bencana alam yang melanda Indonesia. Visual yang menampilkan tsunami, erupsi gunung api, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung itu mengundang keheningan penuh makna dari para hadirin.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan sampul buku oleh pimpinan Kuflet, kurator, narasumber, penyair, dan undangan yang hadir.

Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Riska Lovani Akbar, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penerbitan buku ini merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya bencana alam yang terjadi di tanah air dalam beberapa dekade terakhir.

“Komunitas Seni Kuflet bersama Majalah Digital elipsis mulai menerima naskah sejak 15 Juni 2024. Dari 250 puisi yang kami terima, sebanyak 100 karya dari 157 penyair terpilih untuk diterbitkan. Penyair-penyair ini berasal dari Aceh hingga Maluku, merepresentasikan suara keprihatinan dari Sabang sampai Merauke,” ujar Akbar.

Setelah peluncuran, acara berlanjut dengan diskusi yang dipandu Muhammad Subhan, penulis sekaligus pendiri Sekolah Menulis elipsis. Tiga narasumber hadir memberikan pandangan mendalam tentang antologi ini, yaitu Dr. Sahrul N., S.S., M.Si. (akademisi dan kritikus seni), Adri Sandra (sastrawan), dan Dr. Sulaiman Juned, M.Sn. (sastrawan dan sutradara teater).

Dr. Sahrul membuka diskusi dengan menyebut bahwa puisi dalam Negeri Bencana adalah catatan sejarah yang merekam tragedi dengan pendekatan estetis.

“Puisi ini memesis; peristiwa bencana diolah menjadi kepuitisan yang mendalam. Karya-karya ini tidak sekadar menggambarkan kehancuran, tetapi juga menyentuh jiwa pembaca, memberi rasa, bahkan menjadi pembelajaran bagi generasi muda,” ujarnya.

📚 Artikel Terkait

POTRET Gallery: Kemandirian Media Potret Online di Aceh

Gelisah Cinta

Ar-Razi: Lentera di Tengah Gelombang

Di Tengah Banjir, Deforestasi, dan Sampah Plastik

Sahrul yang berasal dari Padang Pariaman turut membagikan pengalaman pribadi ketika kampung halamannya tertimbun longsor akibat gempa bumi pada 2009.

“Saya merasa ada ‘keindahan’ ironi dalam membaca puisi-puisi ini, ‘indah’ dalam tanda petik, karena para penyair merekam bencana yang sebagian orang pernah mengalaminya,” tambahnya.

Sementara itu, Adri Sandra mengupas tiga puisi dari buku tersebut, yaitu “Surat Cinta dari Sangkakala 1” karya Acep Syahril, “Surat dari Blang Mancung” karya L.K. Ara, dan “Surat untuk Palu dan Donggala” karya Rico Fernando.

Menurutnya, puisi-puisi ini tidak hanya menggambarkan bencana yang datang dari Tuhan, tetapi juga akibat ulah manusia.

“Puisi Rico Fernando, misalnya, terasa begitu nyata seakan-akan pembaca berada di tengah bencana Palu dan Donggala. Ini bukan hanya soal teknik kepenulisan, tetapi bagaimana penyair mampu membawa pembaca merasakan luka, iba, dan kepedihan yang mendalam,” kata Adri.

Dr. Sulaiman Juned mengatakan bahwa penerbitan buku merupakan tradisi yang dilakukan Kuflet setiap tahun.

“Tahun lalu, Kuflet menerbitkan buku puisi Cinta untuk Palestina, dan tahun ini Negeri Bencana. Ini membuktikan bahwa Kuflet selalu relevan dengan isu-isu kemanusiaan,” ujarnya.

Acara puncak ditutup dengan monolog dibawakan Atika dan pembacaan puisi oleh penyair dan undangan yang hadir. Destri Mairoza, penyair asal Solok yang puisinya masuk dalam buku ini, mengaku bahagia dapat menjadi bagian dari momentum bersejarah ini.

“Acara ini sangat luar biasa. Saya merasa terhormat bisa hadir di tengah para sastrawan,” katanya.

Ketua Kuflet, Akbar, menutup acara dengan harapan agar buku ini dapat menjadi pengingat sekaligus penggerak bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.

“Semoga Negeri Bencana menjadi warisan literasi yang dapat terus menginspirasi, baik bagi generasi sekarang maupun masa depan,” tutupnya. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Ia Penyandang Disabilitas

Ia Penyandang Disabilitas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00