• Latest

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

Desember 28, 2024
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana” - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana”

Redaksi by Redaksi
Desember 28, 2024
in Aceh, Kuflet, Padang Panjang, POTRET Budaya, Puisi, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

PADANG PANJANG—Potretonline.com1 Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang secara resmi meluncurkan buku antologi puisi bertajuk “Negeri Bencana” karya 100 penyair dari berbagai penjuru Indonesia, Sabtu (28/12/2024), di komunitas itu.

Peluncuran Negeri Bencana diawali dengan pemutaran film dokumenter berdurasi empat menit yang menggambarkan berbagai peristiwa bencana alam yang melanda Indonesia. Visual yang menampilkan tsunami, erupsi gunung api, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung itu mengundang keheningan penuh makna dari para hadirin.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan sampul buku oleh pimpinan Kuflet, kurator, narasumber, penyair, dan undangan yang hadir.

Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet, Riska Lovani Akbar, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penerbitan buku ini merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya bencana alam yang terjadi di tanah air dalam beberapa dekade terakhir.

“Komunitas Seni Kuflet bersama Majalah Digital elipsis mulai menerima naskah sejak 15 Juni 2024. Dari 250 puisi yang kami terima, sebanyak 100 karya dari 157 penyair terpilih untuk diterbitkan. Penyair-penyair ini berasal dari Aceh hingga Maluku, merepresentasikan suara keprihatinan dari Sabang sampai Merauke,” ujar Akbar.

Setelah peluncuran, acara berlanjut dengan diskusi yang dipandu Muhammad Subhan, penulis sekaligus pendiri Sekolah Menulis elipsis. Tiga narasumber hadir memberikan pandangan mendalam tentang antologi ini, yaitu Dr. Sahrul N., S.S., M.Si. (akademisi dan kritikus seni), Adri Sandra (sastrawan), dan Dr. Sulaiman Juned, M.Sn. (sastrawan dan sutradara teater).

Dr. Sahrul membuka diskusi dengan menyebut bahwa puisi dalam Negeri Bencana adalah catatan sejarah yang merekam tragedi dengan pendekatan estetis.

“Puisi ini memesis; peristiwa bencana diolah menjadi kepuitisan yang mendalam. Karya-karya ini tidak sekadar menggambarkan kehancuran, tetapi juga menyentuh jiwa pembaca, memberi rasa, bahkan menjadi pembelajaran bagi generasi muda,” ujarnya.

Sahrul yang berasal dari Padang Pariaman turut membagikan pengalaman pribadi ketika kampung halamannya tertimbun longsor akibat gempa bumi pada 2009.

Baca Juga

IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026

“Saya merasa ada ‘keindahan’ ironi dalam membaca puisi-puisi ini, ‘indah’ dalam tanda petik, karena para penyair merekam bencana yang sebagian orang pernah mengalaminya,” tambahnya.

Sementara itu, Adri Sandra mengupas tiga puisi dari buku tersebut, yaitu “Surat Cinta dari Sangkakala 1” karya Acep Syahril, “Surat dari Blang Mancung” karya L.K. Ara, dan “Surat untuk Palu dan Donggala” karya Rico Fernando.

Menurutnya, puisi-puisi ini tidak hanya menggambarkan bencana yang datang dari Tuhan, tetapi juga akibat ulah manusia.

“Puisi Rico Fernando, misalnya, terasa begitu nyata seakan-akan pembaca berada di tengah bencana Palu dan Donggala. Ini bukan hanya soal teknik kepenulisan, tetapi bagaimana penyair mampu membawa pembaca merasakan luka, iba, dan kepedihan yang mendalam,” kata Adri.

Dr. Sulaiman Juned mengatakan bahwa penerbitan buku merupakan tradisi yang dilakukan Kuflet setiap tahun.

“Tahun lalu, Kuflet menerbitkan buku puisi Cinta untuk Palestina, dan tahun ini Negeri Bencana. Ini membuktikan bahwa Kuflet selalu relevan dengan isu-isu kemanusiaan,” ujarnya.

Acara puncak ditutup dengan monolog dibawakan Atika dan pembacaan puisi oleh penyair dan undangan yang hadir. Destri Mairoza, penyair asal Solok yang puisinya masuk dalam buku ini, mengaku bahagia dapat menjadi bagian dari momentum bersejarah ini.

“Acara ini sangat luar biasa. Saya merasa terhormat bisa hadir di tengah para sastrawan,” katanya.

ADVERTISEMENT

Ketua Kuflet, Akbar, menutup acara dengan harapan agar buku ini dapat menjadi pengingat sekaligus penggerak bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.

“Semoga Negeri Bencana menjadi warisan literasi yang dapat terus menginspirasi, baik bagi generasi sekarang maupun masa depan,” tutupnya. (*)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang Resmi Luncurkan Antologi Puisi “Negeri Bencana” - aad959cb c834 488b 8ba6 51031d595119 1 | Aceh | Potret Online

Ia Penyandang Disabilitas

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com