Dengarkan Artikel
Lukisan dan Tulisan Jiwaku
Apa perlu kau menilai lukisan dan tulisanku,
Ketika setiap goresan adalah puisi berbunyi,
Kanvas ini, samudera perasaan,
Bercampur larutan tinta jiwa yang tak henti.
Setiap warna adalah bait,
Setiap sapuan, kisah yang terukir,
Dalam lelehan cat, terlahir perjalanan,
Dalam dimensi darah, nyawa yang bergetar.
Kuning, merah, biru, hijau,
Bukan sekadar warna, tapi harapan dan cita,
Adalah angan yang terbang tinggi,
Di atas pangkuan bumi yang tak pernah lelah.
Apa perlu kau curigai lukisan dan tulisan jiwaku,
Ketika semua makna mengalir tanpa batas?
Seperti sungai yang menari dalam harmoni,
Yang tak akan berhenti,
walau tergerus waktu yang cepat.
Masihkah kau ragu
dengan lukisan dan tulisan jiwaku,
Ketika angin membawa senyum di wajahmu?
Di dalamnya tersimpan seribu cerita,
Selamat datang di ruang hatiku,
majaz hanya untuk kamu.
Alkhair Aljohore@
30.11.24
Lukisan Citra Hatiku
Apa perlu kau menilai lukisanku,
Ketika warna cerah menggoda hati,
Dalam candaan yang kau hidangkan,
Sampai kapan kau akan mencaci?
Lihatlah sapuan kuas yang berani,
Mengisahkan kisah tanpa batas,
Tapi di matamu, semua cacat,
Seperti cermin menyorot pandang, penuh hias.
Oh, sang pemerhati yang bijak,
Kau lihat panjang sisi jelek,
Tapi yang tersembunyi, tak teraba,
Lebih dari sekadar garis.
Kau anggap seniku hanya drama,
Dari seniman yang tersipu keliru,
📚 Artikel Terkait
Padahal hanya fikiran menari,
Bukan sekadar goresan ,
di kanvas kosong yang terperuk.
Apa perlu kau curigai lukisanku,
Ketika jiwa ini telah tumpah?
Satu warna bisa ratusan makna,
Namun hatimu terlalu keras,
seakan terhimpit busut yang membukit!
Alkhair Aljohore@
Malaysia
1.12.24
Dalam Bulatan Fitnah dan Fakta
Kenapa fitnah dijual di sini,
Di sudut kota yang penuh kekosongan,
Perbualan terbang seperti burung,
Merebak sepantas cahaya,
Menusuk telinga, menggetarkan jiwa.
Berita palsu memerintah,
Seolah-olah kebenaran tidak berharga,
Hati yang ragu-ragu mencari pelarian,
Dalam kebisingan dunia canggih.
Mengapa fakta dinafikan,
Di sebalik skrin cahaya telefon bimbit,
Penglihatan kabur, khayalan menguasai,
Satu suara tidak diendahkan,
Apabila wajah lembut itu bertukar bertanya.
Kebenaran terperangkap dalam belenggu,
Kuasa menulis sejarah,
Dengan dakwat yang hilang,
penuh dengan pembohongan,
Semuanya disenyapkan oleh hantu ego.
Alkhair Aljohore@
Malaysia
1.12.24
Tentang Pemuisi
ALKHAIR ALJOHORE
Graduan perakaunan dari Universiti Teknologi MARA (Uitm),
Shah Alam ,Selangor.
Pernah berkhidmat dengan UDA, MARA dan BANK ISLAM
MALAYSIA BERHAD dalam bidang pengurusan dan
perbankan.
Aktivis seni sastera, telah mengikuti banyak buku Antologi
sajak, lebih kurang 21 buah buku dan telah terbitkan
sembilan(9) buku solo – berserta ISBN, d
ari tahun 2021- Nov.24;
Pernah ikut Antologi puisi Asean ;
DOA UNTUK BANGSA,@ Nov.21:
penghantar Prof.Dr.Bahrullah Akbar,MBA
-penggagas : Asrizal Nur (PERRUAS)
Sajak-sajak ke Majalah Elipsis –Sumatera Barat
Riausastra, Potretonline Kota Acheh, majalah @pajake
Penerbit Hyang Pustaka, Jln Kuningan Raya, Jawa barat
AhliSeumurhidup (ASH) KaryawanPerak , no.345
Ahli PENA (Persatuan Penulis Nasional) , #AB2024010
Karyawan PEMUISI Nasional Malaysia
______________________________________
Nama Lengkap, Mohamad Khair bin Maskan
Email : khairmaskan12@gmail.com
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





