• Latest
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 00C69E49 97E0 4154 ADC6 A78A56AF089E | Biografi | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Oktober 14, 2022
0230d2bd-6709-4ccd-ae98-dc801bab2406

16 Mahasiswa Otak Mesum, Nama Baik UI Tercemar

April 14, 2026
6f8634d9-e3b0-4e1b-9d2d-1d4bc1d8a261

Dari Bunyi Menuju Makna: Arsitektur Bahasa dalam Logika Nahwu

April 14, 2026
90e31710-77d8-4737-96a8-75d78fe59c67

Kritikus, Antikritik dan Kritik

April 14, 2026
Ilustrasi dampak media sosial terhadap prasangka dan hate speech di masyarakat

Pengaruh Media Sosial terhadap Munculnya Prasangka di Era Digital

April 14, 2026
0b2db6ac-08b6-4789-b368-c7c84039b754

Tuhan-Tuhan Kecil di Meja Bulat

April 14, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Catatan Kebudayaan Din Saja

April 14, 2026
24620c68-3a39-4e5f-a120-86ff859eb00d

Pemimpin di Tengah Badai, Mengapa Peran Kepala Sekolah Begitu Vital?

April 14, 2026
IMG_0763

Banyumas Membuka Jalan

April 14, 2026
Rabu, April 15, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Redaksi by Redaksi
Oktober 14, 2022
in Biografi, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 00C69E49 97E0 4154 ADC6 A78A56AF089E | Biografi | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Bagian 8

Bussairi D. Nyak Diwa

🔥 Artikel Terkait
Refleksi Akhir Tahun Sambil Lomba Membaca 1000 buku di Teras Talenta - 90596290 aaa4 4f33 9aa1 71f03cb94dd0 | Literasi | Potret Online 1
Refleksi Akhir Tahun Sambil Lomba Membaca 1000 buku di Teras Talenta
Desember 31, 2024
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 6B55BEC7 1DE7 4653 A29C C72329E9C4C9 | Aceh | Potret Online 2
Indah ya Menjadi Seorang Santri
Agustus 29, 2022
3
“Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode
Juni 27, 2024
Koalisi Pemuda Aceh Pertanyakan Mutu Pendidikan Aceh - 2A1A32CE D68C 40C9 9AF7 6D20C09F265C | Aceh | Potret Online 4
Koalisi Pemuda Aceh Pertanyakan Mutu Pendidikan Aceh
Agustus 28, 2022

 

 

Selama beberapa minggu, sepulang sekolah aku tak ada kegiatan yang mengikat. Selain hari Jumat dan hari Sabtu, kami pulang sekolah sering sudah lewat waktu dhuhur. Kecuali jika ada rapat guru di sekolah, kami pulang lebih cepat dari biasanya. Jika aku pulang lebih cepat dan belum sampai waktu dhuhur, biasanya aku bergegas menuju aula pesantren, berharap dapat shalat berjamaah di sana. Dan biasanya jika waktu dhuhur tiba, Nek Abu selalu mengimami kami shalat berjamaah.

Suatu hari aku dapat shalat dhuhur berjamaah dengan Nek Abu. Kebetulan hari itu aku pulang sekolah lebih cepat dari hari biasanya. Beruntung dan bahagia sekali rasanya dapat shalat dengan diimami oleh Nek Abu. Aku mengikuti wirid hingga Nek Abu selesai berdoa. Usai shalawat penutup shalat dhuhur hari itu, aku berancang-ancang untuk bangkit meninggalkan aula. Tapi tiba-tiba Nek Abu memberi isyarat supaya aku tetap duduk di tempat. Beliau berpaling ke belakang, lalu Beliau berpesan agar aku menunggu Beliau di bawah.

🔥 Artikel Terkait
Refleksi Akhir Tahun Sambil Lomba Membaca 1000 buku di Teras Talenta - 90596290 aaa4 4f33 9aa1 71f03cb94dd0 | Literasi | Potret Online 1
Refleksi Akhir Tahun Sambil Lomba Membaca 1000 buku di Teras Talenta
Desember 31, 2024
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 6B55BEC7 1DE7 4653 A29C C72329E9C4C9 | Aceh | Potret Online 2
Indah ya Menjadi Seorang Santri
Agustus 29, 2022
3
“Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode
Juni 27, 2024
Koalisi Pemuda Aceh Pertanyakan Mutu Pendidikan Aceh - 2A1A32CE D68C 40C9 9AF7 6D20C09F265C | Aceh | Potret Online 4
Koalisi Pemuda Aceh Pertanyakan Mutu Pendidikan Aceh
Agustus 28, 2022

Pelan-pelan aku meninggalkan aula, lalu turun ke bawah. Di teras ruang bawah aku duduk-duduk sendirian. Sambil duduk menunggu Nek Abu turun, aku berpikir, apa gerangan yang akan Beliau sampaikan kepadaku nanti? Aku deg-degan jadinya. Maklum, tak pernah Nek Abu menyampaikan sesuatu kepadaku sebelumnya. “Jangan-jangan aku ada berbuat kesalahan,” batinku. Kuingat-ingat dengan teliti. Tapi aku yakin, seingatku, aku tak pernah berbuat kesalahan apapun selama ini. Atau mungkin aku lupa? Namun aku tak menemukan kesalahan apa pun dalam memori ingatanku.

Ketika sedang serius mengingat-ingat kesalahanku, tiba-tiba aku mendengar suara kaki pelan-pelan menuruni tangga aula. Dengan jantung semakin deg-degan dan bergetaran, aku bersiap-siap menunggu Nek Abu di teras. Dan ketika Beliau menuruni anak tangga terakhir, aku buru-buru maju menyambut Beliau dan menyalami Beliau saat sudah berada pas di dekat tangga. Telapak tangan Nek Abu yang lembut itu kucium berulang-ulang. Bahagia sekali rasanya aku mencium tangan Beliau meskipun hatiku diliputi rasa segan dan takut.

“Bus, mulai besok, sepulang sekolah, kamu dapat tugas dari Nek Abu,” Beliau berkata lembut sambil menatapku lekat-lekat. Aku hanya menunduk, tak kuasa memandang wajah Nek Abu yang penuh kelembutan.

“Iya, Nek,” jawabku lirih dengan nada do rendah. Aku masih menunduk dalam.

“Caba kamu lihat goni di sudut di bawah tangga itu”, kata Nek Abu sambil menunjuk dua karung goni di bawah tangga.

“Goni itu berisi batu kapur untuk bahan cat. Tapi kapur itu masih keras, perlu dihancurkan sampai halus seperti tepung. Setelah dihaluskan baru dicampurkan dengan air secukupnya untuk dijadikan sebagai cat dasar dinding-dinding itu.” Beliau menunjuk dinding papan aula yang belum dicat sama sekali.

“Tugas kamu mulai besok, sepulang sekolah mengecat dinding-dinding itu. Nanti setelah dicat dengan kapur, baru dilapisi pula dengan cat asli,” Nek Abu menjelaskan dengan pelan sekali dan lemah lembut.

“Nanti sehabis shalat ashar, Nek Abu akan mengajarimu bagaimana cara menghaluskan kapur-kapur itu menjadi tepung cat.”

“Iya, Nek,” jawabku.

“Sekarang kamu pulang dulu ke kamar, nanti sehabis ashar kamu tunggu Nek Abu di sini.”

“Iya, Nek,” jawabku lagi hampir tak terdengar oleh diriku sendiri. Rasa segan dan takut masih bersarang di benakku. Meskipun sebetulnya aku sangat merasa bahagia mendapat tugas dari Nek Abu.

Setelah kulihat Nek Abu melangkah jauh, baru aku bergerak menuju kamarku di ujung Perpustakaan sana. Aku merasa lega, rupanya aku tidak berbuat salah seperti yang kubayangkan. Ternyata Nek Abu ingin memberi tugas padaku. Dalam hati aku bersyukur, karena besok, sepulang sekolah, aku sudah punya kerja. Tidak menganggur lagi seperti biasa. Sepanjang jalan aku bernyanyi-nyanyi kecil, saking gembiranya aku. Hatiku senang sekali siang ini, bukan saja karena mendapat tugas dari Nek Abu, tetapi juga selama aku tinggal di kompleks pesantren ini baru kali ini aku dapat berdialog langsung dengan Nek Abu. Dan dapat mencium tangan Beliau berulang-ulang dengan khidmat.

 

(Bersambung)  

 

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 93F6C040 FC6B 4111 8E72 C030C2AB889E | Biografi | Potret Online

Cabdindik Wilayah Aceh Jaya Gelar Bimtek Pendidikan Karakter

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com