HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Memahami Interseksionalitas: Pendekatan Holistik dalam Isu Gender dan Inklusi Sosial

Redaksi by Redaksi
November 25, 2024
in Artikel, POTRET Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
Memahami Interseksionalitas: Pendekatan Holistik dalam Isu Gender dan Inklusi Sosial
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Zikril Fahrezi
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Baca Juga

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah

Buka Bersama HVM Mengubah Cara Saya Membaca Sejarah

Maret 19, 2026

Peran Diplomasi Mohammad Natsir dalam Konteks Hubungan Internasional dan Energi.

Maret 19, 2026

Efisiensi Fiskal Koperasi Desa dan Makan Bergizi Gratis

Maret 19, 2026

Gender, sebagai konstruksi sosial dan budaya, mencakup sifat serta perilaku yang melekat pada perempuan dan laki-laki. Hal ini melibatkan peran, ekspresi, dan identitas yang dibangun dalam konteks sosial. Isu gender telah lama menjadi topik penting dalam diskusi kesetaraan sosial. Bukan hanya isu, tetapi sudah banyak terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari di tengah kehidupan masyarakat dan birokrasi pemerintahan.

Namun, pemahaman tentang gender tidak bisa berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan berbagai aspek identitas lainnya. Konsep ini dikenal sebagai interseksionalitas, yang pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Kimberley Crenshaw pada tahun 1989.

Interseksionalitas menunjukkan bahwa diskriminasi dan ketidaksetaraan sosial terjadi tidak hanya berdasarkan gender, tetapi juga berkelindan dengan faktor-faktor lain seperti ras, etnis, agama, status ekonomi, dan disabilitas. Pendekatan ini menekankanbahwa identitas seseorang terbentuk dari berbagailapisan yang saling terkait dan mempengaruhi.

Dalam konteks inklusi sosial, pendekatan GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial) menjadi kerangka kerja penting untuk mengatasi  persoalan ketidaksetaraan dalam masyarakat. Pendekatan ini bertujuan menghapuskan prasangka negatif terhadap kelompok rentan dan menciptakan akses yang setara terhadap sumber daya dan layanan.

Untuk mencapai keadilan dan kesetaraan yang menyeluruh, diperlukan 4 hal. Pertama, penghormatan atas keberagaman identitas. Kedua, pendekatan berbasis HAK. Ke tiga, prinsip SDGs “tidak ada yang tertinggal” dan ke empat, kebijakan afirmasi untuk kelompok rentan.

Pendekatan inklusi sosial dalam gender merupakan strategi untuk memastikan kesetaraan dan partisipasi penuh semua pihak dalam masyarakat. Upaya sistematis untuk  menghilangkan diskriminasi berbasis gender.

Pendekatan inklusi sosial yang dikemukakan dalam hal ini menekankan penghormatan terhadap keberagaman identitas. Dalam konteks ini, penting untuk mengadopsi prinsip “tidak satu pun tertinggal” dalam setiap kebijakan dan strategi yang diambil.

Sebagai penutup, penghapusan stigma dan diskriminasi, serta penerapan kebijakan afirmatif, adalah langkah-langkah krusial untuk mencapai kesetaraan dan inklusi sosial yang sejati. Dengan memahami interseksionalitas, masyarakat diharapkan dapat lebih peka terhadap kompleksitas isu gender dan berkontribusi pada upaya menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara.

Dengan memahami interseksionalitas, kita dapat lebih baik dalam mengidentifikasi dan mengatasi berbagai bentuk diskriminasi yang kompleks dalam masyarakat, serta menciptakan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 218x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 215x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 191x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 163x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #analisis#GenderLiterasi
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Cerpen

Pergi dan Kembali

Maret 14, 2026
Artikel

Borderless World: Ketika Sejarah Berulang dalam Perfektif Budaya

Maret 4, 2026
Bedah buku

Bedah Buku – Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition

Maret 3, 2026
Artikel

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Maret 2, 2026
Next Post
Jadilah Pemilih yang Berintegritas

Pilkada Aceh 2024; Masyarakat Siap Memberikan Suara, Adakah Jaminan Suara Mereka Terjaga?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com