POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jadilah Pemilih yang Berintegritas

Mahmudi HanafiahOleh Mahmudi Hanafiah
November 22, 2024
Jadilah Pemilih yang Berintegritas
🔊

Dengarkan Artikel

Tgk. Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.

Dosen UNISAI Samalanga-Bireuen, Aceh

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 merupakan momentum penting bagi masyarakat Indonesia untukmenentukan pemimpin terbaik di tingkat daerah. Pilkada tidak hanya menjadi pesta demokrasi, tetapi juga wujud partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan bangsa. Dalam konteks Islam dan kewarganegaraan, memilih pemimpin adalah kewajiban moral dan hukum yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, menjadi pemilih yang berintegritas adalah tanggungjawab yang harus diemban oleh setiap individu yang memilikihak pilih.

Pentingnya Memilih Pemimpin dalam Islam

Islam menempatkan kepemimpinan sebagai salah satu aspek fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai pemimpin.” (HR. Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkan bahwa dalam skala kecil sekalipun, keberadaan seorang pemimpin sangat penting untuk menjaga keteraturan dan keberlangsungan hidup bersama. Apalagi dalam skala yang lebih besar seperti sebuah daerah atau negara, pemimpin menjadi figur sentral yang bertugas mengatur dan menyejahterakan rakyatnya.

Islam juga menekankan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki sifat adil, amanah, dan berintegritas. Seorang pemimpin yang tidak memiliki sifat ini hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk memilih pemimpin yang dapat menjalankan amanah dengan baik. Pemilihan pemimpin yang tepat tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga salah satu cara untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

Hak Pilih adalah Kewajiban Moral dan Hukum

Dalam sistem demokrasi, setiap warga negara yang telah memenuhi syarat memiliki hak untuk memilih. Hak pilih ini tidak hanya merupakan hak, tetapi juga kewajiban. Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, termasuk dalam bentuk memberikan suara saat pemilu.

📚 Artikel Terkait

Menyelamatkan Ingatan di Tengah Reruntuhan

PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

Aksi Siaga Bencana SDIT Muhammadiyah Manggeng

MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG


Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, khususnya Pasal 1 ayat (2), dinyatakan bahwa pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Partisipasi dalam pilkada adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial. Dengan memberikan suara, kita ikut menentukan masa depan daerah. Pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput secara tidak langsung menyerahkan masa depan kepemimpinan kepada orang lain tanpa keterlibatan pribadi. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi yang mengutamakan peran aktif setiap warga negara.

Larangan untuk Golput

Sebagai warga negara yang baik, golput atau tidak menggunakan hak pilih adalah tindakan yang seharusnya dihindari. Dalam pandangan Islam, golput dapat dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap kewajiban memilih pemimpin.


Ketika seseorang tidak memilih, ia berpotensi membiarkan pemimpin yang tidak kompeten atau tidak amanah terpilih, yang pada akhirnya dapat merugikan masyarakat secara luas.

Golput juga berpotensi melemahkan legitimasi hasil pemilu. Semakin rendah partisipasi pemilih, semakin lemah legitimasi yang dimiliki pemimpin terpilih untuk menjalankan pemerintahannya. Oleh karena itu, masyarakat perlu disadarkan Jbahwa memberikan suara dalam pemilu bukan hanya  untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan bersama.

Dari sudut pandang hukum, meskipun tidak ada sanksi langsung bagi yang tidak memberikan suara, ajakan untuk tidak memilih atau mempromosikan golput dapat dianggap sebagai upaya menghalangi pelaksanaan pemilu. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Menjadi Pemilih yang Berintegritas

Menjadi pemilih yang berintegritas berarti menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan kejujuran. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi pemilih yang berintegritas adalah:

1. Kenali Calon Pemimpin dengan Baik

Sebelum memilih, pastikan untuk mengenali latar belakang, visi, misi, dan program kerja calon pemimpin. Pilihlah calon yang memiliki rekam jejak yang baik dan terbukti mampu menjalankan amanah.
2. Hindari Politik Uang

Politik uang merusak esensi pemilu dan mencederai nilai-nilai demokrasi. Sebagai pemilih yang berintegritas, tolaksegala bentuk suap atau pemberian yang bertujuanmemengaruhi pilihan Anda.
3. Jangan Terpengaruh Isu SARA

Pemilihan pemimpin harus didasarkan pada kompetensi, bukan pada sentimen suku, agama, ras, atau golongan.
4. Gunakan Hak Pilih Anda

Pastikan Anda hadir di tempat pemungutan suara (TPS) dan memberikan suara Anda dengan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan suara Anda terbuang sia-sia.

Penutup

Pilkada 2024 adalah momentum bagi masyarakat Indonesia untuk menunjukkan integritas sebagai pemilih.  Memilih pemimpin yang tepat adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah dan bangsa. Dalam Islam, memilih pemimpin adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya keberadaan seorang pemimpin.


Di sisi lain, sebagai warga negara Indonesia, menggunakan hak pilih adalah bentuk penghormatan terhadap demokrasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hindari golput, karena masa depan bangsa ada di tangan kita semua. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk memilih dengan hati nurani, penuh kesadaran, dan rasa tanggung jawab. Dengan begitu, kitatidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga pelaku perubahanmenuju Indonesia yang lebih baik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Yusrizal Ibrahim, Ph.D Ketua Prisma Beureunuen 2024 – 2027

Yusrizal Ibrahim, Ph.D Ketua Prisma Beureunuen 2024 - 2027

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00