• Latest

MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG

Juni 2, 2017
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG - 1001348646_11zon | Lomba Menulis | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG - 1001353319_11zon | Lomba Menulis | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG - 1001361361_11zon | Lomba Menulis | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG

Redaksi by Redaksi
Juni 2, 2017
in Lomba Menulis
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: Muallifah
Mahasiswa STAIN Pamekasan

Anak merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada 2 orang insan yang sudah berkeluarga, kehadirannya akan membuat dunia mereka berwarna, membuat dunia semakin terarah, namun tahukah anda? Anak juga merupakan ladang syurga bagi kita kelak, karena ketika seseorang meninggal semua amalannnya terputus kecuali 3 perkara dan salah satunya adalah anak yang soleh.

Baca Juga
  • KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, SEBUAH REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS
  • Menanam Cerita di Tanah Jati:Menumbuhkan Inspirasi dari Hutan Blora

Hal ini juga sesuai dengan hadits shahih yang berbunyi “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hanya karena orang tuanyalah anak tersebut menjadi majusi, nasrani dsb.” Anak yang dilahirkan seperti kertas putih yang tidak ada coretan apapun di dalamnya, teori ini mengaca kepada teori tabularasa yang dikemukakanh oleh John Locke, sehingga tugas orang tualah yang harus berperan aktif serta melaksanakan tanggung jawab untuk mendidik seorang anak. Orang tua merupakan madrasah pertama (madrasatul ula) bagi seorang anak, terutama sosok ibu. Ia pemegang kendali utama bagi kemajuan dan perkembangan seorang anak. “dibalik anak yang hebat, pasti ada ibu hebat di belakangnya” ungkapan ini sangat tepat sekali dengan fakta yang ada. Banyak tokoh-tokoh penting dan berpengaruh terhadap dunia yang dilahirkan dari ibu hebat, seperti Nabi Muhammad SAW sosok hebat, di belakangnya ada ibu Aminah yang begitu hebat. Nabi Isa menjadi sosok yang hebat, karena ada ibu Maryam di belakangnya. Kedua sosok ini bisa kita jadikan cerminan betapa pentingnya peran seorang ibu terhadap seorang anak.

Namun fakta yang terjadi sekarang banyak kasus kekerasan yang dialami seorang anak, lebih parahnya lagi pelakunya tidak lain adalah orang tuanya sendiri. kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Ini berarti kurangnya kesadaran orang tua tentang betapa pentingnya peran dirinya sebagai sekolah pertama bagi sang buah hati dan hal ini jelas akan berpengaruh buruk bagi perkembangan psikologi seorang anak, padahal tugas orang tua adalah mendidik, membimbing seorang anak untuk menjadi npribadi yang memiliki karakter seutuhnya. Orang tua harus bisa menjadi teladan bagi seorang anak, orang tua yang baik bukan hanyab mengajarkan tentang kebaikan kepada seorang anak, melainkan bagaimana dirinya bisa menjadi contoh bagi seorang anak. Karena menjadikan dirinya contoh lebih berpengaruh dari pada mengajarkannya dengan lisan. Selain itu, dalam mendidik seorang anak harus denganb penuh kasih sayang, artinya tegas namun bukan berarti kasar terhadap seorang anak serta mengedepankan hukuman (punishman) terhadap anak, karena bagaimanapun seorang anak masih memiliki sikap labil akan dirinya. Apabila orang tua mengedepankan punishman dalam mendidik, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras, namun dalam hal ini bukan mendidik anak dengan cara yang manja kemudian nantinya ia tumbuh menjadi anak manja tetapi lebih kepada bagaimana mendidik seorang anak dengan penuh kasih sayang, penuh kelembutan dan penuh tanggung jawab. seorang anak diibaratkan seperti bibit tanaman yang akan ditanam, sedangkan orang tua adalah ladangnya. Apabila ladang tersebut subur, tanahnya bagus maka bibit yang akan ditanamkan pada ladang tersebut akan tumbuh menjadi tanaman yang kokoh bagus. Sama halnya dengan anak, apabila orang tuanya mendidik, membimbing, mengarahkan anak kepada hal kebaikan, mengajarkan akhlak yang begitu baik. Maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, bermoral dan berbudi luhur.

Baca Juga
  • Ayo Para Remaja dan Orang Muda, Penuhi Undangan Menulis Esai
  • KEPEDULIAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Isu-isu Pengaruh Kelompok Teman Sebaya Terhadap Perkembangan Remaja

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com