• Latest
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - 10C95404 F874 4936 A8EB FAF5A274641F | Kenangan | Potret Online

PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

Februari 25, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - 1001348646_11zon | Kenangan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - 1001353319_11zon | Kenangan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - 1001361361_11zon | Kenangan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2023
in Kenangan, Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - 10C95404 F874 4936 A8EB FAF5A274641F | Kenangan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Buat Handry TM

Penulis puisi “Ruang Tunggu” itu pun telah berpulang ke haribaan Ilahi
Puisi yang menggambarkan betapa sang penulis benar-benar sadar, bahwa sewaktu-waktu Tuhan akan memanggilnya
Ia wafat pada hari Jumat, sungguh hari yang baik untuk pergi bahkan juga ketika kita harus pulang

Sahabat..,
Beberapa hari lalu kita berhujjah lama sekali tentang dunia sastra
Serta suka-duka kehidupan, juga tentang doa-doa untuk kesembuhan
Hari ini engkau pergi untuk selamanya, tatkala antologi puisi “Ruang Tunggu” itu telah pula sampai ke kotaku
Sungguh, kepergian yang teramat indah, kendati dada ini terasa sesak, dan batin ini terasa hampa

Baca Juga
  • Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1)
  • Di Balik Hutan Ia Menyembunyikan Kegagalannya

Beberapa hari lalu tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh berita, bahwa engkau terbaring dalam keadaan “koma”
Hari ini bagai halilintar aku pun menerima kabar, bahwa engkau telah sampai pada “titik”
Tapal batas waktu dimana kita tidak dapat menundanya sedetik pun
Dan tidak pula kita dapat menyegerakannya, walaupun sekejap
Jagat sastra negeri ini pun tiba-tiba murung bagai diselimuti awan kelabu

Oh, rasanya baru kemarin.., ya kemarin..,
Kemarin engkau ungkapkan perasaanmu, bahwa engkau sedang berada di “Ruang Tunggu”
Kini aku dan kami semua sahabatmu bagai di barisan antrian, berada di ruang tunggu yang engkau tinggalkan itu

Baca Juga
  • Tidak Ada yang Abadi, Semuanya Berubah:Cerita Masa Kecil
  • Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

Oh sahabat, begitulah kehidupan ini..,
Sementara.., ya memang sementara..,
Laksana musafir yang melintasi jalan, dan berteduh sejenak di bawah pohon yang rindang
Sebentar.., ya memang sebentar..,
Engkau telah selesai dengan khidmatmu sebagai khalifah di muka bumi
Aku justru masih terkepung dalam kehidupan yang semakin kusut-masai
Bahkan sebagian dari kumpulan asa, telah pula berserakan menjadi bengkalai

Sahabat..,
Beristirahatlah dengan tenang di keabadian yang damai
Surga jannatul firdaus telah menantimu nun di sana, dimana di bawahnya mengalir sungai-sungai
Sebagai sahabat, potretmu akan terlukis indah di kanvas ingatan kami
Lambat-laun kami juga akan menyusulmu, dan berharap kelak kita akan bertemu lagi di yaumil akhir

Baca Juga
  • Secangkir Teh, Sejumput Doa
  • Tidak Masuk Surga Sebelum Melewati Kematian

Selamat jalan sahabat..,
Doa-doa terbaik kami untukmu, dan derai airmata kami mengiringi kepergianmu.

(Zulkifli Abdy, Banda Aceh, 25 Februari 2023)A at

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG - C6754CDC B892 4672 BBAD 52AC972D8A07 | Kenangan | Potret Online

Aceh, Perempuan dan Golput

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com