Dengarkan Artikel
Oleh Marsal Zul Kaidar
Mahasiswa Prodi Biologi, FKIP Universitas Syiah Kula, Darussalam, Banda Aceh
Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman memutuskan untuk camping di Lhok Mata Ie, sebuah destinasi tersembunyi di kawasan Ujung Pancu, Lam Pageu, kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar yang terkenal dengan keindahan alamnya. Kami sepakat untuk melakukan perjalanan ini setelah merasa lelah dengan rutinitas harian yang penuh dengan kesibukan kota. Namun, perjalanan kami kali ini cukup berbeda. Alih-alih berangkat pagi, kami memulai perjalanan selepas magrib, menjadikan pengalaman ini terasa lebih istimewa.
Langit sudah gelap saat kami bergerak. Namun, kehadiran bulan purnama yang bersinar terang memberikan penerangan alami di sepanjang perjalanan. Cahayanya begitu memukau, menembus celah-celah dedaunan pohon dan menerangi jalan setapak yang kami lalui. Suasana malam terasa magis, seolah-olah alam menyambut kedatangan kami dengan keindahan yang tak biasa. Bayangan kami memanjang di atas tanah berbatu, dan setiap langkah terasa seperti petualangan kecil yang tak terlupakan.
Meski begitu, perjalanan menuju Lhok Mata Ie tidaklah mudah. Jalan setapak yang menanjak dan terkadang licin menjadi tantangan tersendiri. Kami harus saling membantu, memastikan setiap orang melangkah dengan hati-hati. Tapi keindahan malam yang penuh bintang serta canda tawa di antara kami membuat semua rasa lelah terbayar lunas.
Setibanya di lokasi, sekitar pukul 2 dini hari, kami langsung disambut oleh keheningan dan suasana damai khas Lhok Mata Ie. Suara ombak yang menghantam pantai menjadi melodi alami yang mengiringi langkah kami. Dengan bantuan senter dan cahaya bulan, kami mendirikan tenda di area datar yang menghadap ke laut. Meskipun sudah larut malam, semangat kami masih menggebu.
📚 Artikel Terkait
Salah satu momen paling berkesan terjadi setelah tenda berdiri. Saya dan seorang teman memutuskan untuk menjelajahi pantai yang surut sambil mencari kerang. Dengan membawa senter kecil dan wadah sederhana, kami menyusuri garis pantai yang dingin. Dalam waktu singkat, kami menemukan berbagai jenis kerang yang menakjubkan. Ada kerang mata sapi dengan cangkangnya yang unik, tiram yang melekat erat pada batuan, hingga siput laut kecil yang bergerak perlahan. Selain itu, kami juga menemukan chiton, moluska bercangkang keras yang jarang terlihat, serta makhluk laut lainnya yang membuat kami terpukau.
Rasanya seperti menemukan harta karun tersembunyi di tengah malam. Sambil sesekali bercanda dan berkompetisi siapa yang menemukan kerang terbanyak, kami larut dalam momen yang penuh kesederhanaan, namun begitu berarti. Suasana malam, angin laut yang sejuk, dan suara ombak yang menenangkan menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.
Setelah puas mencari kerang, kami kembali ke tenda dengan hasil temuan kami. Teman-teman lain yang menunggu di tenda ikut kagum melihat koleksi kerang dan siput laut yang berhasil kami bawa. Malam itu, di bawah cahaya bulan dan bintang yang tak terhitung jumlahnya, kami berbincang hangat sambil menikmati camilan sederhana.
Pagi harinya, kami bangun lebih awal untuk menyaksikan matahari terbit. Pemandangan sunrise di Lhok Mata Ie adalah momen yang benar-benar magis. Cahaya jingga perlahan menggantikan gelap malam, menerangi laut dan membuat permukaannya berkilau indah. Kami duduk bersama, menikmati transisi malam ke pagi yang begitu menenangkan. Setelah sarapan sederhana, kami melanjutkan eksplorasi, menjelajahi hutan kecil di sekitar area camping.
Waktu terasa berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, hari sudah menjelang sore. Sekitar pukul 4 sore, kami mulai membereskan barang-barang dan bersiap pulang. Meski berat meninggalkan tempat yang begitu indah ini, kami tahu bahwa petualangan ini akan selalu tersimpan dalam ingatan. Perjalanan pulang diiringi oleh rasa syukur atas pengalaman yang kami dapatkan dan energi baru untuk menghadapi kembali rutinitas sehari-hari.
Camping di Lhok Mata Ie bukan hanya tentang menikmati alam, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan. Kami belajar bekerja sama, saling menjaga, dan menikmati momen tanpa gangguan teknologi. Setiap detail—dari sinar bulan yang menemani perjalanan, mencari kerang di malam hari, hingga sunrise yang menakjubkan—menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita kami.
Saat kembali ke kota dan menyambut hiruk pikuknya, kami menyadari betapa beruntungnya kami bisa merasakan ketenangan dan keindahan seperti ini. Lhok Mata Ie adalah tempat yang mengajarkan kami arti kebahagiaan sederhana, dan kami berharap suatu hari nanti dapat kembali lagi ke sana untuk menciptakan lebih banyak kenangan.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





