• Latest

PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG

November 20, 2024

Demokrasi, Islam, dan Keindonesiaan: Etika yang Terlupa dalam Ruang Kekuasaan

April 20, 2026
Untitled design

Anak Pertama: Benarkah Selalu Lebih Mandiri dan Dewasa?

April 20, 2026
PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG - 1001377472_11zon 1 | POTRET Budaya | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG - IMG_9514 | POTRET Budaya | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG

Redaksi by Redaksi
November 20, 2024
in POTRET Budaya
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Padang Panjang,- Potretonline.com-  Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang melakukan latihan gabungan untuk Pertunjukan teater “Sayap-Sayap Proklamasi” akan digelar 12 Desember 2024, Pukul 20:00 WIB Desa Wisata Kubu Gadang, disutradararai oleh Sulaiman Juned dan penulis naskah S. Hasanah Nst. Pertunjukan ini merupakan Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan teater kepahlawanan 2024, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Sekaligus pentas ke 55 Komunitas Seni Kuflet Kota Padang Panjang.

Pertunjukan teater epik yang memakai konsep dalam ruang dan waktu bersama masyarakat, yakni ‘Post Festival’. Hal ini bagi aktor pasti memiliki tantangan tersendiri. Ucap Sutradara yang juga sastrawan itu Sulaiman Juned. (20/11/2024)

Pemeran tokoh Hatta, Irsyad mengatakan, Kesan pertama saat diberi kesempatan memerankan seorang tokoh besar seperti Hatta, yang dikenal sebagai seorang yang memiliki integritas tinggi, negarawan, dan pejuang Kemerdekaan Indonesia, membutuhkan riset mendalam untuk memahami kepribadian, cara berpikir pada konteks zamannya,tuturnya.

Irsyad menambahkan, Latihan yang serius ditambah menonton film-film terkait tentang kepahlawanan dapat membantu saya masuk kedalam karakter Hatta tersebut, juga melakukan diskusi panjang dengan sutradara mengenai proyeksi keinginan perihal tokoh Hatta tentu sangat membantu saya untuk masuk ke tokoh yang saya peran, ucapnya.

Pemeran Tokoh Soekarno yakni Rahmat Pangestu mengatakan, kendala selama proses latihan berlangsung karena tokoh Soekarno sangat dikenal di tengah masyarakat yang merupakan Proklamator dan Presiden pertama Indonesia. Atas dasar itu, saya harus kerja keras untuk riset dan latihan agar karakter Soekarno ini dapat saya temukan dengan baik,ucapnya

Mursiddiq pemeran tokoh Sjahrir mengatakan, Kendala yang saya alami selama proses latihan yakni ketika masuk kedalam karakter yang diperankan, dan konsisten. Saya juga sering kesulitan dalam mengkontrol gesture tubuh agar tidak terlihat kaku.

Mursiddiq juga mengharapkan penonton “Sayap-Sayap Proklamasi” dapat lebih memahami dan menghargai peran tokoh-tokoh sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, melihat sisi kemanusiaan mereka yang jarang diangkat dalam pelajaran formal. Pertunjukan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat nasionalisme, menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli pada sejarah, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap seni pertunjukan sebagai medium edukasi yang kreatif dan menyentuh hati. Dengan begitu, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga memperoleh wawasan baru yang bermakna.

Pemeran tokoh Mak Etek Ayub, Hendri JB mengatakan, sangat menyenangkan latihan bersama Kuflet karena sutradara memberikan ruang eksplorasi terhadap saya untuk menemukan karakter tokoh yang saya perankan. Pertunjukan teater kepahlawanan seperti ini hendaknya selalu dipentaskan untuk menjadi pembelajaran bagi anak bangsa, tutur Dosen Seni Teater ISI Padangpanjang ini.
(/“caca)

Tags: #kuflet#padang panjang
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
PENOKOHAN DALAM “SAYAP-SAYAP PROKLAMASI” SANGAT MENANTANG - 67ddc941 7356 40b9 9294 420d1168f5fa | POTRET Budaya | Potret Online

Sarjana di Kalangan Pengangguran

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com